oleh

Potensi Kenaikan Suku Bunga AS, Memperkokoh Dolar AS

Jakarta, Akuratnews.com – Dolar AS berpotensi menguat dalam perdagangan minggu ini. Sejumlah data ekonomi Amerika Serikat pada minggu lalu, berhasil meyakinkan pasar akan kesehatan ekonomi Paman Sam. Mayoritas pelaku pasar meyakini bahwa suku bunga AS akan dinaikkan minggu ini oleh The Federal Reserve.

Sementara itu, KTT Uni Eropa tidak resmi berlangsung di Salzburg, Austria membahas permasalahan Brexit yang berakhir dengan nada negatif. Hal ini berimbas terhadap pergerakan Poundsterling dan Euro.

Mata uang tunggal Eropa ini tidak mengalami penurunan setajam GBP. Sebaliknya, pelemahan Euro di akhir pekan kemarin, lebih banyak disebabkan oleh data ekonomi domestic. Indeks PMI Jerman meleset dari perkiraan dengan mencatat penurunan signifikan. Indikator ini memberikan gambaran pertumbuhan yang lebih lambat untuk kedepannya. Secara teknikal Euro masih berada di zona kenaikan mingguannya, meskipun sentimen pasar kurang berpihak.

Jalan buntu negosiasi Brexit antara Inggris – Uni Eropa, menyusul penolakan Perdana Menteri Theresa may terhadap klausul Uni Eropa. Dalam pernyataannya di Downing Street, May mengatakan bahwa usulan Uni Eropa untuk menciptakan perbatasan di Irlandia sama saja melawan integritas Inggris di wilayah Britania Raya. Itu merupakan suatu hal yang tidak pernah disetujui oleh May.

Sebelumnya Presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk mengunggah gambar melalui sosial media instagram yang pada intinya menunjukkan bahwa Inggris tidak punya pilihan selain menerima apa yang ditawarkan oleh Uni Eropa. Pasca penolakan dari May, GBPUSD jatuh tajam hingga lebih dari 200 pips sejak sesi perdagangan Eropa pada Jumat lalu. Secara teknikal Poundsterling masih berusaha untuk melanjutkan kenaikannya.

AUDUSD berpotensi mengarah ke wilayah negatifnya di bawah level kunci 0.7280 seiring pergerakan indeks Dolar di kisaran 94. Setelah sempat naik diatas 0.7300, pasangan mata uang AUDUSD berbalik arah sekaligus mencatat level terendah hariannya di 0.7264. Tidak ada data ekonomi Australia yang bisa menjadi katalis bagi pergerakan Aussie di pekan ini, namun pasar nampaknya menunggu pertemuan kebijakan The Fed di pekan ini yang diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunganya.

Pada perdagangan USDJPY, Dolar AS kembali memperpanjang kenaikannya atas Yen Jepang, dengan mengabaikan permasalahan perang tarif dan berpotensi diperdagangkan dalam fase kenaikannya. USDJPY menyentuh level 112.86, sebagai harga tertinggi sejak 19 Juli lalu, di tengah melemahnya Dollar terhadap mata uang lainnya. (Lukman Hqeem)

Komentar

News Feed