POW Forwami Sukses Dilaksanakan

Jakarta, Akuratnews.com - Pekan Orientasi wartawan (POW) Forum Wartawan Maritim (forwami) terselenggara dengan sukses di Griya Inkoppabri, Cisarua Bogor Kamis (26/01/17). Terselenggaranya acara tersebut tak lepas dari dukungan beberapa instansi di Pelindo II/IPC Tanjung Priok.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II/IPC, Saptono Rahayu Irianto mengatakan, pihaknya mengajak wartawan yang tergabung dalam wadah Forum Wartawan Maritim (forwami) untuk mempromosikan Pelabuhan/IPC menjadi Pelabuhan unggulan untuk membantu pertumbuhan ekonomi nasional.

Penataan Pelabuhan Tanjung Priok setiap tahun kita tata, supaya berstandar Internasional. Karena kemajuan suatu negara tergantung fasilitas kemaritiman,” kata Saptono Rahayu Irianto.

Saat ini, pembenahan yang dilakukan yaitu penambahan lapangan petikemas. Dan lapangan buat penumpukan barang di beton dan dimanfaatkan. “Manajemen lalulintas juga diatur,supaya rapi. Kemacetan juga diatur, supaya tidak semeraut,” ujar Saptono.

Rencana akan ditetapkanya sistem online di Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan agar truck bisa membawa muatan baik masuk maupun keluar pelabuhan, tidak seperti selama ini yang hanya masuk membawa muatan sementara keluarnya tidak.

Dalam kesempatan yang sama hadir Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Arif Suhartono, dalam kata sambutannya mengatakan, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) kini sedang mempersiapkan sistem tersebut yang dinamakan Trucking Booking Return Container (TBRC). Adanya TBRC diharapkan dapat mempercepat distribusi barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok sekaligus mengurangi kemacetan.

“Dengan TBRC nanti owner kargo bisa melihat posisi truk yang bisa digunakan untuk mengangkut barangnya,” kata Arif. Lebih lanjut Arif memaparkan dalam sehari sedikitnya ada 10 ribu kontainer keluar masuk di pelabuhan Tanjung Priok.

Artinya setiap hari ada sekitar 10 ribu truk lalu lalang di pelabuhan. Dengan TBRC berarti jumlah truk bisa dikurangi setengahnya karena pulang pergi membawa muatan.“ Ini bisa mengurangi jumlah truk di jalan-jalan dan mengurangi kemacetan di Jakarta,” katanya.
Menurut Arif, saat ini pihaknya tengah mematangkan dan menyempurnakan sistem tersebut agar bisa segera diterapkan. “Sekarang tengah dibahas baik dari sisi aplikasi IT nya dari Terminal Petikemas ke Angkutan Truk maupun kelengkapan lainnya,” sebutnya.
Arif mengungkapkan saat ini jumlah truk baik yang masuk maupun keluar dengan membawa muatan masih di bawah 10%. Dengan adanya TBRC jumlahnya bisa ditingkatkan paling tidak sebesar 50%.
Sementara itu, Kasie Lala, Irianti mewakili Instansi Otoritas Pelabuhan dalam kata sambutannya mengatakan, Kementrian Perhubungan, yang telah difungsikan kepada Otoritas Pelabuhan (regulator) telah siap melaksanakan perwujudan tersebut.
Perwujudan hal itu,Pelabuhan sebagai sarana distribusi tentunya infrastruktur perlu dibangun. Pelabuahan Tanjung Priok misalnya,sebagai Pelabuhan terbesar di Indonesia perlu pembenahan. (Dewi)
Penulis:

Baca Juga