PP GAMARI: 2019, Pemilu Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Pekanbaru, Akuratnews.com - Ketua Presidium Pusat Gabungan Aksi Mahasiswa Alumni Riau (PP GAMARI) Larshen Yunus menilai, kondisi Pileg dan Pilpres 2019 mendatang akan jadi Pemilu terburuk sepanjang 73 Tahun Indonesia merdeka.

Hal ini berkaitan dengan persekusi yang banyak terjadi terhadap perjuangan Semangat dan Gerakan #2019GantiPresiden baru-baru ini. Menurutnya, persekusi yang melibatkan semua unsur oknum Aparatur Negara (POLRI+BIN), Ormas Bayaran dan Antek-Anteknya ini merupakan tragedi penistaan dan penodaan demokrasi di Indonesia.

"Bila dicermati dengan kacamata yang rasional, sudah jelas bahwa Rezim Pemerintahan saat inilah yang kondisi iklim demokrasinya sangat teramat buruk sepanjang sejarah," tegasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/8/2018).

"Rezim saat ini sudah terang benderang bermain dengan menghalalkan segala cara, yang kenyataannya sudah diluar akal sehat kita sebagai manusia," ulasnya.

Kata Yunus, rezim ini adalah Kaum zionis kapitalisme Internasional yang ingin menguasai NKRI. Selain itu, ini merupakan kelompok yang menginginkan Pilpres 2019 dimenangkan oleh Petahana.

Yunus menuturkan, gerakan #2019GantiPresiden ini wajib dilakukan guna menyadarkan rakyat Indonesia dari cengkraman para zionis yang mencoba mengkotak-kotakkan anak bangsa.

Ia menambahkan, gerakan rakyat melalui aksi Alumni 212 dan Relawan #2019GantiPresiden harus terus merengsek maju kedepan demi mempertahankan Pancasila dan NKRI dibawah Komando Ulama.

"Gerakan Alumni 212 dan #2019GantiPresiden makin lama harus semakin gencar dan massif," tukasnya.

“Gerakan Alumni 212 dan #2019GantiPresiden juga akan terus menaikkan Eskalasi perlawanan masyarakat Indonesia yang benar-benar menginginkan perubahan, yakni dengan semakin massif digencarkan guna menyadarkan dan membangkitkan perlawanan rakyat Indonesia, bahwa NKRI sedang dalam posisi terancam keberadaannya dalam peta Globalisasi dunia saat ini," tambah Yunus. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga