PPDB SMP Bakal Berakhir 30 Juni, Kepsek SMP 1 Raha Siap Bantu Siswa Miskin

SDN 1 Katobu Kecamatan Katobu Muna Sultra
SDN 1 Katobu Kecamatan Katobu Muna Sultra

AKURATNEWS - Penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun ajaran 2022 - 2023 di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra), sementara berjalan.

Berdasarkan kesimpulan hasil rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sekabupaten Muna di SMPN 4 Raha, pada tanggal 10 Juni 2022 yang lalu bahwa PPDB SMP di mulai sejak tanggal 20 juni dan akan berakhir hingga 30 Juni 2022 mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Sukur, S.Pd,M.Pd saat ditemui Akuratnews.com baru baru ini di SMPN 4 Raha usai rapat MKKS terkait PPDB SMP di Muna mengatakan bahwa untuk pendaftatan penerimaan siswa baru itu di kembalikan kepada pihak sekolah masing - masing.

"Tahun ajaran sebelum sebelumnya itu ada zona, untuk sekarang sudah tidak ada lagi. Hanya saja saat ini kita lakukan penentuan quota dan itu kita kembalikan kesekolah masing masing. Tetapi jika berlebihan quota, kami minta ke sekolah sekolah untuk lakukan seleksi kembali dan jika lebih di transfer kesekolah lain yang belum memenuhi quota, " Terang mantan Kasek SMPN 1 Raha yang juga mantan Pengawas SMP itu.

PPDB tahun ajaran ini, Kata Sukur tidak ada unsur paksaan terhadap siswa siswi baru, di sekolah mana mereka akan mendaftarkan diri.

" Tidak ada paksaan dalam pendaftaran. Mereka mau masuk kesekolah mana saja. Dan pelaksanaan pendaftarannya nanti walaupun secara luring, namun harus menjalankan protokoler Covid 19, " Katanya.

Ditempat yang sama Kasek SMPN 4 Raha yang juga adalah Ketua MKKS Kabupaten Muna, Tamrin La Ode Tonda,S.Pd, M. Pd bahwa PPDB tahun ini dilaksanakan sesuai Surat Edaran (SE) Sekretaris Jenderal (Setjen) Kemendikbudristek RI dengan Nomor 6998/A5/HK.01.04/2022 tentang Petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan PPDB Kemendikbud tahun ajaran 2022 - 2023 yang objektif, transparan dan akuntabel sesuai Peraturan Mendikbudristek Nomor 1 Tahun 2021.

" Intinya PPDB tahun ini masih merujuk pada Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021. Ada tiga jalur dalam prosesnya. Jalur zonasi, afirmasih dan prestasi. Dalam pelaksanaan zonasi kita menganut zona sistem fleksibel. Dalam artian, siswa tidak bisa dipaksanakn tapi dapat memilih salah sekolah, sesuai dengan apa yang diminatinya," Ungkapnya.

Sementara Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1 Raha, Jumadin, S.Pd yang juga adalah mantan Kasek SMPN 1 Watoputih Kecatan Watoputih menjelaskan bahwa proses pendaftaran di sekolah yang dipimpinnya itu merujuk pada hasil keputusan rapat MKKS.

" Kita pihak sekolah mengikuti apa yang sudah di putuskan dalam hasil rapat MKKS. Karena rujukannya Permendikbud RI," Ucapnya juga baru baru ini disekolahnya.

Dia menerangkan bahwa proses PPDB di sekolahnya tidak di wajibkan pihak sekolah utuk melakukan pemungutan biaya, namun harus menyediakan apa yang menjadi kekurangan siswa siswi yang akan mendaftarkan diri disekolahnya.

" Disekolah kami tidak di pungut biaya apapun. Semuanya gratis. Malah kami yang akan menyediakan kekurangan kekurangan peserta didik baru. Peserta hanya wajib menyediakan syarat syarat kelengkapan berkas pendaftaran. ," Katanya.

Dia juga mengatakan bahwa bagi siswa yang tidak mampu yang mendaftarkan diri di sekolahnya akan di bantu oleh pihaknya terutama bagi siswa yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Seperti program Indonesia Pintar (PIP) maupun Bantuan Langsung Tunai.

" Untuk keluarga miskin, kami akan bantu sampai tuntas agar bisa mendapatkan PIP ataupun BLT. Kewajiban mereka dalam hal ini untuk orang tua siswa, tinggal menyediakan kelengkapan berkasnya, selanjutnya serahkan ke kami. Nanti kami yang tindak lanjuti pengurusannya," Tukasnya.

SMPN 1 Raha adalah salah satu sekolah yang memiliki prestasi yang gemilang. Dari berbagai aspek pembelajaran saat mengikuti ifen ifen, baik di kanca provinsi maupun kanca Nasional selalu berhasil diraih hingga mewangikan bumi Sowite.

Tidak lepas dari semua itu sekolah yang memiliki prestasi gemilang itu, menghadirkan kegiatan kurikel terhadap semua anak didiknya yang memiliki bakat yang baik. Selanjutnya pihak sekolahlah yang melakukan pembinaan kepada para anak anak didik yang berbakat itu.***

Penulis: Zainal Arifin
Editor: Wahyu Wicaksono

Baca Juga