Menuju Indonesia Emas

PPM Manajemen Fokus Membangun Mentalitas Unggul dan Kembangkan Ekosistem Berkarya

Menparekraf Sandiaga Uno

AKURATNEWS – Tahun 2030 hingga tahun 2040 disebut-sebut sebagai periode Bonus Demografi bagi bangsa Indonesia. Yang mana, periode tersebut diyakini akan menghantarkan Negara besar ini dalam mencapai visi menjadi negara Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur, di ulang tahun ke-100 (Visi Indonesia Emas 2045).

“Kami PPM Manajemen melihat pentingya peran generasi muda dalam mencapai hal ini dan berinisiatif untuk membangkitkan semangat gotong royong seluruh pihak dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Mentalitas yang unggul ini harus terus kita bangun karena tantangan bangsa ke depan akan sangat lebih bervariasi dan kompleks. Dan bonus demografi ini menjadi momentum peluang untuk peningkatan kemajuan bangsa,” ujar Ketua Umum Pengurus PPM Manajemen Tjahjono Soerjodibroto, dalam sambutannya di acara Forum Urun Rembuk Nasional, yang digelar PPM Manajemen secara virtual, Selasa, 5 Juli 2022.

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Dari sektor demografi, hingga sektor energi terbarukan dimiliki oleh bangsa besar ini. Bersama dengan potensi sumber daya alam dan kebijakan ekonomi yang baik, maka potensi dari bonus demografi dinilai akan menjadi jendela peluang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Adapun kemanfaatan tersebut di antaranya adalah, potensi rasio beban ketergantungan penduduk berkurang, pasokan tenaga kerja lebih banyak, peningkatan kualitas SDM (akibat penurunan tingkat kelahiran), meningkatnya peluang pasar. Namun, ibarat pedang bermata dua, jika tidak dikelola dengan baik maka bonus demografi akan berdampak buruk terhadap suatu negara, seperti melonjaknya angka pengangguran, ketidakseimbangan kualitas SDM, dan tentunya akan berimbas pada perekonomian dan masalah-masalah sosial.

“Center for Innovation and Collaboration (CIC) PPM Manajemen telah melakukan penelitian secara kualitatif dan ditemukan bahwa terdapat empat perhatian utama terkait dengan generasi Bonus Demografi, yaitu peningkatan kualitas SDM dengan program pendidikan yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan industri ke depannya, peningkatan model mental (mindset) dari generasi produktif Bonus Demografi serta pemberdayaan SDM di pedesaan yang masuk ke Bonus Demografi dan memiliki tingkat pendidikan yang rendah,’ terang Tjahyono.

Selain itu, dalam penelitian yang sama, Center for Innovation and Collaboration (CIC) PPM Manajemen juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dalam memanfaatkan Bonus Demografi. Tantangan yang dihadapi lebih banyak terkait dengan kualitas sumber daya manusia. Teridentifikasi isu utama yang muncul terkait dengan kualitas SDM adalah masalah pola pikir dan perilaku dari generasi-genarasi yang masuk dalam kelompok Bonus Demografi.

Beberapa yang terpotret antara lain, budaya instan, empati rendah, konsumtif, flexing, individualis, berorientasi pada produk atau budaya luar negeri, tidak tangguh sehingga lebih cepat menyerah atau stress, melakukan pekerjaan karena terpaksa bukan karena mengejar potensi diri dan mengikuti tren tanpa tahu resiko (fear of missing out).

“Dalam forum Urun Rembuk Nasional ini, dimana dihadiri dengan lintas sektor (pemerintah, akademis, dunia usaha, masyarakat dan media) adalah merupakan sebuah upaya gotong royong (kolaborasi) dalam rangka menyiapkan dan mengoptimalkan Generasi Emas Indonesia sebagai wujud pemanfaatan Bonus Demografi. Mari berembuk bersama-sama untuk menyusun rancangan rencana tindakan dalam menindaklanjuti pembangunan mentalitas unggul dan pengembangan ekosistem untuk berkarya generasi emas Indonesia,” imbuh Tjahyono.

Siap Bekerjasama

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan Forum Rembuk Nasional dan PPM Manajemen harus mensolusikan dan memformulasikan bagaimanan angka 60 persen dari total jumlah penduduk angkatan kerja yang merupakan grafik tertinggi sejak Republik Indonesia berdiri 77 tahun yang lalu, dapat dimanfaatkan untuk membawa Indonesia menuju Indonesia sejahtera, adil dan makmur.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga