PR Crisis Goes To Campus Sambangi UIN Sunan Kalijaga

AKURATNEWS – Tanpa memiliki ‘sense of crisis’, seorang PR akan kesulitan menyelesaikan permasalahan atau krisis kehumasan.

Kecerdasan, keberanian, kemampuan beradaptasi merupakan kunci dari menemukan ‘sense of crisis’ tersebut.

Pakar komunikasi krisis, Dr. Firsan Nova menyebutkan, ketiga kunci ini akan sangat membantu seorang PR muda untuk menghadapi krisis kehumasan dan bisa dilatih melalui kepekaan terhadap kehidupan sosial sekitar.

Praktisi kehumasan, Dian Agustine Nuriman mengatakan, kehidupan sosial sangat berpengaruh bahkan 5 panca indra manusia turut berperan dalam pembentukan sense of crisis.

Terutama pada era kehumasan digital saat ini yang sangat cepat bergerak dan sensitif maka akan sangat mudah memunculkan krisis yang tak terduga.

Oleh karenanya, seorang humas harus dapat diandalkan ketika berhadapan dengan konflik di masa depan.

Permasalahan akan sense of crisis ini dibahas tuntas dalam Webinar “Sense of Crisis in Digital Era” pada Jumat, 1 April 2022 di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Webinar ini menghadirkan ketiga penulis buku PR Crisis sekaligus narasumber dalam webinar ini. Ketiganya adalah Dr. Firsan Nova selaku CEO Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication, Dian Agustine Nuriman (Founder of Nagaru Communication), dan jurnalis Republika, Mohammad Akbar.

Pakar komunikasi krisis, Dr. Firsan Nova, mengatakan seorang humas dapat melatih rasa ‘krisis’-nya ketika ia mengetahui 3K dalam sense itu sendiri.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Irish
Editor: Redaksi

Baca Juga