oleh

Prabowo Nilai Pemerintah Abaikan UUD 1945

Jakarta, Akuratnews.com – Calon Presiden Prabowo Subianto menilai, fundamental ekonomi Indonesia saat ini sangat lemah. Salah satunya menurut dia, karena soal pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Pemerintah mengabaikan Undang-undang Dasar 45 Pasal 33 soal pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA),” kata Prabowo saat jadi salah satu pembicara dalam acara ‘Ngobrol Bareng 300 Jenderal dan Para Intelektual’, di Hotel Sari Pacifik, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2018).

Terkait hal itu, Prabowo mengatakan, banyak aset-aset negara yang berpindah tangan ke perusahaan-perusahaan asing.

“Sekarang Pelabuhan, Bandara diserahkan pengelolaannya ke bangsa asing. Tidak ada negara merdeka manapun yang menyerahkan Pelabuhannya ke asing,” tukas dia.

“Kalau ini terus terjadi, Indonesia dalam keadaan prihatin,” ulasnya.

Menurut Prabowo, pelabuhan serta bandara tersebut diibaratkan bagaikan mulut dan hidung. Keduanya memiliki kesinambungan satu sama lain.

“Kita terima Oksigen dan kita keluarkan Karbondioksida melalui mulut dan hidung,” pungkasnya.

“Selain itu, perdagangan, perhubungan juga masuknya lewat bandara dan pelabuhan,” tambah Prabowo.

Berdasarkan UUD 45 Pasal 33, telah soal Pengolahan Sumber Daya Alam, diantaranya:

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. (Rhm)

Komentar

News Feed