Presiden Jokowi akan Resmikan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto

Jakarta, Akuratnews.com - Bandara baru di Kalimantan akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu bandara yang akan diresmikan itu ialah Bandara Samarinda Baru atau Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur.

Bandara ini akan menggantikan Bandara Temindung yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Pasalnya, runaway sangat terbatas hanya berukuran 1.040m x 23m, berada di lokasi padat pemukiman sehingga keselamatan dan keamanan penerbangan sangat rawan. Selain itu, bandara tersebut selalu menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba.

Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) M Pramintohadi Sukarno mengatakan pembangunan bandara ini untuk mewujudkan konektivitas nasional dalam Ditjen Perhubungan Udara ditargetkan membangun 15 Bandara baru hingga akhir 2019.

“Bandara APT Pranoto hadir menggantikan Bandara Temindung untuk melayani kebutuhan transportasi udara masyarakat Samarinda dan sekitarnya, serta mempercepat perkembangan dan pemerataan ekonomi di wilayah Kalimantan Timur”, jelas Pramintohadi melalui keterangan tertulis, Kamis (24/10/2018).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai membangun Bandara APT Pranoto pada tahun 2011, dan tahun 2013 terminal selesai dibangun.

Pembangunannya sempat terhenti sebelum dilanjutkan kembali pada awal 2015 dengan menyelesaikan bangunan sisi udara secara bertahap. Pada 2016, diikuti dengan penyerahan bandara ini dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dikembangkan dan dioperasikan.

Awal beroperasi, Bandara APT Pranoto melayani rute penerbangan dan penumpang yang selama ini beroperasi di Bandara Temindung dan juga melayani penumpang dari Bandara Sepinggan Balikpapan karena 80% penumpang Sepinggan berasal dari sekitar Samarinda.

Saat ini spesifikasi Bandara APT Pranoto memiliki ukuran runway 2.250 m x 45 m, taxiway berukuran 173 x 23 m, apron 300 m x 123 m, dan mampu melayani pesawat Boeing 737-900 ER.

Adapun di sisi darat telah dibangun gedung terminal seluas 12.700 m2 mampu menampung penumpang dengan kapasitas 1.500.000 pax/tahun serta gedung hanggar seluas 36.342 m2.

Subsektor transportasi udara mempunyai peran yang sangat strategis, sehingga menghadirkan bandara di suatu wilayah sangat berkontribusi dalam meningkatkan konektivitas dan mewujudkan aksesibilitas transportasi bagi masyarakat.

“Dengan adanya bandara, konektivitas transportasi tentu menjadi lebih baik, dan mobilitas barang dan masyarakat juga meningkat lebih baik lagi. Secara ekonomi, hal ini akan menciptakan daya saing karena distribusi komoditas menjadi lebih efisien sehingga dapat mengurangi disparitas harga, sehingga harga-harga barang menjadi lebih terjangkau oleh masyarakat,” tutup Pramintohadi. (Red)

Penulis:

Baca Juga