Presiden Jokowi dan Pangeran MBZ Sepakat Perkuat TCA-Pembangunan Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan saat berdialog di Abu Dhabi. [SetPres]

AKURATNEWS - Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) sepakat akan memperkuat travel corridor arrangement (TCA). Hal tersebut seiring Indonesia telah memiliki TCA dengan PEA sejak 29 Juli 2020 yang merupakan salah satu TCA pertama yang dimiliki Indonesia pada masa pandemi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan dengan adanya vaksin dan platform-platform perlindungan, maka TCA ini harus diperkuat.

"Oleh karena itu, kedua belah pihak telah sepakat untuk memperkuat TCA dengan saling pengakuan sertifikat vaksin dan juga integrasi platform perlindungan perjalanan," katanya dikutip dalam keterangan biro pers sekretariat presiden, Kamia (3/11/21).

Tidak hanya terkait TCA, Jokowi dan MBZ juga berkomitmen memperkuat kerja sama dan kemitraan dalam pembangunan ibu kota baru. Kedua pemimpin sepakat untuk menindaklanjuti secara intensif berupa pertemuan-pertemuan pada tingkat teknis.

"Beliau mengarahkan untuk terus diintensifkan khusus membahas mengenai pembangunan ibu kota baru," ungkapnya.

Undang ke KTT G20 

Dalam pertemuan yang digelar di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab itu, Jokowi juga menyampaikan akan mengundang Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ), untuk hadir sebagai tamu pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 2022 mendatang saat Indonesia memegang presidensi G20.

"KTT G20 tahun depan akan diselenggarakan di Bali 30-31 Oktober 2022. Saya telah berencana mengundang Yang Mulia sebagai tamu presidensi Indonesia tahun depan. Saya sangat berharap Yang Mulia dapat menerima undangan saya ini," ujarnya.

Di hadapan Pangeran MBZ, Jokowi menjelaskan bahwa presidensi G20 Indonesia tahun 2022 akan mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger". Selama presidensi, Indonesia juga akan memberikan perhatian terhadap sejumlah isu yaitu digitalisasi dan transisi energi untuk memastikan ketersediaan teknologi bersih yang terjangkau bagi semua. Kemudian keuangan inklusif khususnya bagi UMKM, perempuan, dan kelompok marginal, serta investasi untuk ekonomi hijau dan berkelanjutan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangannya di Hotel Emirates Palace menyampaikan bahwa Putra Mahkota menyambut baik undangan tersebut.

"UAE akan menjadi salah satu tamu undangan untuk KTT G20 di bawah presidensi Indonesia," kata Retno.

Penulis: Wijaya Kusnaryanto
Editor: Wijaya Kusnaryanto
Photographer: Set Pres
Sumber: Humas Set Pres

Baca Juga