Presiden Jokowi Diminta Jangan Terlalu Banyak Janji Soal Penurunan Harga Migor

Presiden Jokowi Diminta Jangan Terlalu Banyak Janji Soal Penurunan Harga Migor
Presiden Jokowi Diminta Jangan Terlalu Banyak Janji Soal Penurunan Harga Migor

AKURATNEWS - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan terus menurunkan harga minyak goreng (Migor) curah dalam waktu satu hingga dua minggu kedepan.

Janji itu dikatakan Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rapat Kerja Nasional V Projo Tahun 2022 di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Menanggapi soal penurunan harga migor, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto minta Presiden Jokowi jangan banyak janji.

Jokowi diminta membuktikan janji-janjinya terkait minyak goreng selama ini. Bukan malah sok gagah membuat janji baru dengan menurunkan harga migor dalam satu-dua pekan.

Mulyanto mengaku pesimis Presiden dapat menepati janjinya. Mengingat selama ini tidak ada terobosan atau kebijakan besar yang dibuat. Alhasil semua janji yang disampaikan terkait migor tidak ada yang terwujud.

Bahkan, Mulyanto meminta Jokowi bekerja saja dengan sungguh-sungguh sehingga harga migor sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Harapan publik, bahwa soal migor ini segera selesai dalam satu-dua minggu ke depan, sesuai janji Presiden, dapat dikatakan sulit terwujud. Karena tidak jelas intervensi kebijakan yang dilakukan setelah pencabutan larangan ekspor CPO tersebut," jelas Mulyanto dalam keterangan resmi, Senin, 23 Mei 2022.

Menurutnya, publik sudah paham bahwa Pemerintah tidak berdaya berhadapan dengan mafia migor. Apalagi terindikasi, mereka yang disangkakan turut menyimpangkan kebijakan migor.

"Contohnya Lin Che Wei, ia adalah oknum-oknum swasta yang terkait dengan lingkar dalam kekuasaan. Tidak mungkinlah jeruk makan jeruk. Fatsunnya kan begitu," sindirnya.

Mulyanto mengatakan, hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyatakan masyarakat ingin koruptor minyak goreng dihukum seumur hidup. Bahkan tidak sedikit responden yang ingin koruptor dijatuhkan hukuman mati.

Presiden juga sebelumnya mengaku telah memerintahkan aparat hukum untuk menyelidiki dan meminta agar para pelaku kasus penyelewengan distribusi dan produksi minyak goreng (migor) ini untuk dihukum.

Bahkan Jokowi menegaskan, bahwa ia tidak ingin ada lagi yang bermain-main dengan ekspor minyak goreng. Dan Presiden berjanji dalam satu-dua minggu harga migor sudah sesuai HET.

"Saya tidak yakin Pemerintahan Jokowi akan mengikuti aspirasi masyarakat dan menindak tegas penyeleweng migor tersebut. Apalagi ketika kasusnya terkait dengan konglomerasi dan oligarki" ungkapnya.

Mulyanto menjelaskan, yang terjadi selama ini pemerintah hanya sekedar mengimbau para produsen untuk memproduksi migor sesuai komitmen.

Bahkan Ia mempertanyakan jiwa nasionalisme mereka, sehingga tidak nampak tindakan tegas yang berarti.

Mulyanto menambahkan, sekalinya dilakukan pelarangan ekspor CPO dan turunannya, namun belum genap tiga minggu dan efeknya juga belum nyata, kebijakan tersebut sudah dicabut.

Padahal janjinya kebijakan ini akan dievaluasi setelah harga migor curah turun di bawah HET. Jadi, menurutnya, adu kuat antara pemerintahdan pengusaha migor sudah dimenangkan oleh pihak pengusaha.

"Saya rasa ini hanyalah pernyatan PHP saja. Apalagi dapat dikatakan para pembantu Presiden tidak fokus pada tugasnya, sebagian sudah curi start kampanye Capres. Sebentar lagi pemerintahan sudah tidak efektif, semua akan sibuk kampanye," pungkas Mulyanto.***

Penulis: Wahyu Wicaksono
Editor: Ahyar

Baca Juga