Presidium Persatuan Pergerakan Nilai Banyak Menteri Jokowi Tidak Kredibel Hadapi Covid-19

Ketua Presidium Persatuan Pergerakan Andrianto
Ketua Presidium Persatuan Pergerakan Andrianto

Wabah Covid-19 yang menghantam Indonesia begitu cepat dan sudah banyak memakan korban jiwa. Sejumlah pihak menuding pemerintah lambat menangani wabah yang telah menjadi pandemi di seluruh dunia ini. Bahkan sebuah lembaga di Australia menyebut jika Jokowi tidak siap menghadapi virus tersebut

Jakarta, Akuratnews.com - Lembaga think thank Australia, Lowy Institute, menyoroti cara pemerintahan Presiden Jokowi dalam menangani pandemi virus corona di Indonesia.

Lembaga tersebut menganggap pemerintah Indonesia tidak siap dan kurang transparan dalam mengendalikan Covid-19 yang mulai merebak sejak awal Maret.

Sejumlah menteri juga dianggap kurang responsif dalam mengantisipasi datangnya pandemi global ini. Sehingga muncul wacana agar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mundur dari jabatannya.

Terkait hal itu, Ketua Presidium Persatuan Pergerakan Andrianto menyebut bahwa saat bencana Covid-19 ini melanda barulah nampak leadership rezim ini.

"Dengan ditopang koalisi yang gemuk harusnya Rezim bisa bertindak lebih signifikan. Tapi yang terjadi sebaliknya." ujar Andrianto kepada Akuratnews, Jumat (20/3/2020).

Andrianto melihat banyak menteri Jokowi tidak kredibel dan punya agenda masing-masing terkait penangangan virus Corona ini. Dia mengatakan imbas dari virus ini merontokan Rupiah dan kepercayaan pasar, karena ada juga Menteri Jokowi yang hanya mementingkan investasi asing.

"Ini kabinet terlemah. Bencana Covid-19 ini baru awal. Rupiah sudah rontok membuktikan trust pasar telah hilang. Ironisnya ada menteri terang terangan bela TKA China. Di benaknya hanya investasi & investasi pertanyaannya Investasi personal atau bangsa.? Inilah bila pengusaha merangkap penguasa vestednya sangat tinggi." pungkas Andrianto.

Andrianto meminta saatnya bertindak. Dia menilai jika tim Ekonomi sudah hancur dan Menteri yang jadi pengusaha merangkap penguasa harus segera dicopot.

"Bila tidak, akan terjadi bola liar yang bisa menyentuh akhir kuasanya sendiri." imbuh Ketua Presidium Persatuan Pergerakan.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga