Pro Kontra Hukuman Mati, Apakah Mampu Membuat Efek Jera?

Pro Kontra Hukuman Mati, Apakah Mampu Membuat Efek Jera?
Pro Kontra Hukuman Mati, Apakah Mampu Membuat Efek Jera?

Jumlah negara yang menyetujui penghapusan hukuman mati kembali meningkat pada tahun 2020. Menurut laporan hukuman mati tahun 2020 Amnesty International, lebih dari dua pertiga dunia kini telah menghapus hukuman mati dalam undang-undang ataupun praktik.

Sebanyak 108 negara telah sepenuhnya menghapus hukuman mati untuk semua kejahatan, 28 negara telah efektif menghapus hukuman mati dengan tidak mengeksekusi siapapun selama 10 tahun terakhir dan 55 negara masih mempertahankan hukuman mati untuk kejahatan biasa.

Praktik hukuman mati

Pada tahun 2020, setidaknya 483 orang diketahui telah dieksekusi. Angka ini termasuk terendah yang tercatat Amnesty International selama dekade terakhir.

Eksekusi pada tahun 2020 turun 26% dibandingkan dengan 2019 dengan angka 657; dan sebesar 70% dari puncak 1.634 eksekusi yang dilaporkan oleh kelompok hak asasi manusia internasional pada tahun 2015.

Empat negara – Iran (setidaknya 246), Mesir (setidaknya 107), Irak (setidaknya 45) dan Arab Saudi (27), menyumbang 88% dari semua eksekusi yang diketahui pada tahun 2020.

Total global yang tercatat di atas tidak termasuk ribuan eksekusi yang diyakini Amnesty International dilakukan di China, di mana data tentang hukuman mati diklasifikasikan sebagai rahasia negara.

Amnesty International mencatat bahwa 16 wanita termasuk di antara 483 orang yang diketahui telah dieksekusi pada tahun 2020. Cornell Center on the Death Penalty Worldwide memperkirakan bahwa setidaknya 800 wanita telah dijatuhi hukuman mati di seluruh dunia.

Setiap negara pun mempunyai metode berbeda dalam pelaksanaan hukuman mati. Ada yang menggunakan kursi listrik, suntikan beracun, digantung, dipancung dan ditembak mati oleh regu penembak.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Hanifa B

Baca Juga