Pertumbuhan Ekonomi Masih Lima Persen

ProDem Sebut Negeri Ini Autopilot

Jakarta, Akuratnews.com - Masih adanya ketidak berpihakan pemerintah pada rakyat kecil sampai saat ini menjadi fakta yang belum bisa terbantahkan.

Hal inilah yang membuat Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) kembal mengingatkan pemerintah untuk berpihak kepada rakyat kecil, baik secara politik maupun ekonomi. Apalagi saat ini kondisi kesejahteraan rakyat masih belum stabil.

"Hal itu yang sampai hari ini menjadi musuh bersama. Soal ketidakadilan, kemiskinan. Ini agenda besar dan alasan ProDem melakukan kontrol," tegas Ketua SC Kongres VII ProDem 2020, Standarkiaa Latief, di sela-sela Kongres VII ProDem di Jakarta, Sabtu (14/3).

Ia mencontohkan, salah satunya soal pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah lima persen. Dalam teori tata kelola negara, hal ini bisa disebut autopilot.

"Negara seolah tidak ada kepemimpinan karena pertumbuhan ekonomi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat," paparnya.

Oleh karenanya, dalam Kongres VII yang dlgelar Sabtu-Minggu (14-15/3) ini, ProDem berusaha merumuskan bagaimana menjadl kekuatan civil society yang bisa menjalankan peran kontrol terhadap tata kelola negara yang adil bagi semua pihak.

"Tantangan bagi negara ini bisa nggak meningkatkan pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Omnibus Law yang akan dijalankan juga kami lihat bukan solusi, malah akan membuat kita kembali pada situasi lama yakni otoritarian," tandasnya.

Kongres ini, lanjut Latief akan mengeluarkan sejumlah resolusi di bidang politik hukum dan ekonomi yang fokus pada tata negara agar kembali pada koridor hukum yang tidak menabrak pada UU yang sudah ada.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga