Program 10 KM Menuai Kritikan dari Masyarakat, ini Penjelasan Asisten II Sekda Matim

Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Matim Mikael Jaur, S.E., M.Si (Foto: Istimewa)
Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Matim Mikael Jaur, S.E., M.Si (Foto: Istimewa)

Manggarai Timur, Akuratnews.com - Pemerintahan Kabupaten Manggarai Timur (MATIM), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencanangkan program membangun 10 kilo meter jalan Kecamatan setiap tahun sejak 2019 lalu.

Didistribusikan ke 9 Kecamatan yang tersebar di wilayah Matim, program tersebut merupakan salah satu program unggulan yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Matim Agas Andreas, SH. M. Hum dan Drs. Jaghur Stefanus alias pasangan ASET, dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur jalan sekaligus membuka akses menuju wilayah terisolir di Manggarai Timur.

Diperoleh informasi bahwa program unggulan tersebut juga dilaksanakan berdasarkan sesuai dengan janji pasangan ASET pada masa kampanye Pilkada Matim pada tahun 2018 lalu yaitu, membenahi infrastruktur jalan di Matim selama lima tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Matim itu. Untuk itu, Bupati Matim berharap terget pembangunan infrastruktur dasar jalan dan jembatan di Matim bisa rampung sampai tahun 2024 mendatang.

Bupati Matim Andreas Agas, ketika dikonfirmasi melalui Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Matim Mikael Jaur mengatakan, "Pemda Manggarai Timur pada tahun 2019 kemarin fokus membangun infrastruktur jalan sepanjang 10 kilometer di setiap kecamatan dengan target pada tahun 2024 semuanya bisa rampung," ungkap Mikael Jaur pada hari Minggu (23/02/2020)

Tidak tanggung-tanggung, demi mewujudkan program unggulan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Matim tersebut, Pemda melalui Dinas PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp 250 Miliar dari total Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2019 yang berkisaran Rp 533 Miliar.

"Dari total DAU tersebut, 25 persen dianggarakan untuk proyek infrastruktur jalan lapen di 9 Kecamatan. Dengan terget pencapaian, semua jalan Kabupaten akan beraspal hingga tahun 2024 sehingga keluhan masyarakat terkait sulitnya akses jalan perlahan bisa teratasi," ungkap Mikael Jaur.

Berdasarkan data capaian Bina Marga Dinas PUPR Matim, pada tahun 2018 terdata 1.281,29 km total panjang jalan di Manggarai Timur. Dari total tersebut, sepanjang 444,79 km jalan atau (34,71%) merupakan jalan beraspal atau penetrasi Macadam. Sedangkan 494,69 km atau (38,61%) jalan lainnya sudah ditelford. Sementara itu, sisanya sepanjang 341,81 km (26,68%) adalah jalan tanah yang belum tembus dikerjakan.

Dari total panjang jalan sesuai dengan spesifikasi masing-masing kondisinya tersebut, setelah diintervensi melalui program dan kegiatan maka kondisi pada tahun 2019 mengalami perubahan. Perubahan itu terlihat dari 447,68 km sudah dalam kondisi baik, 656,92 km telford yang mengalami peningkatan signifikan dan tersisa 176,69 km yang masih jalan tanah.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga