Opini

Program Uang Kehormatan Imam Masjid di Jawa Timur, Elegi di Tengah Pandemi

AKURATNEWS - Imam Masjid yang seringkali multifungsi sebagai Khatib, Kepala pembangunan Masjid, Marbot dan sekaligus penyuluh keagamaan, adalah pilar dan kekuatan Masjid, yang kepadanya disandarkan peran masjid dalam dakwah dan pendidikan agama.

Gubernur Jawa Timur melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur membuat program pemberian uang kehormatan, kepada sekitar 21 ribu imam masjid yang dipandang mampu, berilmu, berwibawa, tajam nurani dan faham kondisi masyarakat. Yang mana program mulia ini berasal dari anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur tahun 2021.

Tentu ini tidak bisa menjangkau semuanya, mengingat bahwa jumlah masjid di Jatim yang dibina oleh DMI jatim berjumlah kurang lebih 43 ribu masjid. Belum lagi yang tidak masuk dalam kategori binaan DMI.

Program seperti ini sungguh luar biasa, dan mungkin tidak banyak ditemukan di daerah lain, sekalipun ada biasanya dananya diambilkan dari Lembaga Badan Amil Zakat.

Program seperti ini, tentu memberikan angin segar kepada para Imam Masjid, terutama untuk masjid-masjid di pelosok desa dan perkampungan, yang rata-rata mereka mengabdikan diri siang dan malam, untuk kemakmuran masjid yang menjadi sentra kegiatan ummat tanpa imbalan dan bayaran sepeserpun. Dan kalau kita perhatikan jarang sekali ditemukan imam masjid yang memiliki penghasilan tetap bahkan cenderung “pas-pasan” dalam segi pendapatan.

Sehingga, dengan adanya program uang kehormatan Imam Masjid yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ini membawa angin segar bagi para Imam Masjid di Jawa Timur, sekalipun jumlahnya tidak seberapa, yaitu Rp. 2 juta per tahun. Itupun tidak rutin, artinya yang tahun lalu mendapatkan, tahun ini bisa jadi tidak akan mendapatkan karena dibuat skema "Piala Bergilir".

Lebih lebih di masa pandemi ini, dimana semua serba sulit, tentu jika program ini terdistribusi dengan baik maka sangat bermanfaat bagi para Imam Masjid.

Bulan Ramadhan yang lalu, ada beberapa takmir masjid di Jawa Timur yang mengaku didatangi oleh petugas dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat, untuk dilakukan pendataan berkaitan dengan program ini, dan disampaikan oleh para petugas tersebut bahwa dana Uang Kehormatan Imam Masjid akan cair dan diberikan kepada para Imam Masjid sebelum Idul Fitri tiba.

Sehingga, ini menjadi sesuatu harapan tersendiri bagi para Imam Masjid. Sebagaimana lumrahnya sebuah program pemberdayaan, ada salah satu Takmir Masjid di Madura yang mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan, mengaku bahwa jika nanti “Uang Kehormatan” itu cair, maka harus rela setor sekian persen, untuk administrasi dan lain-lain.

Jika pengakuan itu benar adanya, tentu sangat miris sekali, uang yang tidak seberapa jumlahnya masih disunat oleh oknum tertentu dengan alasan ini itu.
Praktek makelar program tidak bisa dibenarkan, lebih-lebih berkaitan dengan hak orang lain.

Menunggu lama menunggu, yang awalnya dana tersebut dicanangkan akan cair sebelum Idul Fitri 2021 hingga saat ini dana yang dijanjikan belum ada kabar. Entah barangkali sebagian sudah disalurkan oleh DMI Jawa Timur Wallahu a’lam.

Amanah program luar biasa dari Gubernur Jawa Timur ini seyogyanya dijalankan secara serius dan sungguh-sungguh oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur.

Masyarakat dalam hal ini para Imam Masjid, tentu berharap bahwa program ini dapat segera terwujud, dan jangan sampai hanya sebuah angin segar atau bahasa liarnya “prank”, layaknya simbolis donasi 2 triliun untuk penanganan Covid-19 yang diberikan oleh keluarga besar Akidi Tio yang viral baru-baru ini.

Baca Juga