Usai Diperiksa Bawaslu

Propam Polri Didesak Periksa Juga AKP Sulman Aziz

Jakarta, Akuratnews.com – Polisi didesak segera memeriksa pengakuan mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz terkait dugaan tak netralnya institusi Polri jelang Pilpres 2019.

Desakan ini dilontarkan pakar hukum tatanegara, Margarito Kamis saat berbicara dalam diskusi bertajuk 'Jaga Netralitas: TNI dan Polisi Jangan Ikut Kompetisi' yang digelar Forum Tebet, Jumat (5/4).

"Kasus ini merusak citra polisi, perintahkan Propam untuk periksa. Sulman yang mengaku diperintah, besoknya dia bilang bahwa itu bohong, bagi saya itu merusak kredibilitas kepolisian dan mengirim pesan tidak baik kepada rakyat," ujar Margarito.

Proses hukum terhadap Sulman ini, dikatakannya sekaligus menjawab keraguan masyarakat akan netralitas Polri.

Pembicara lain dalam diskusi ini yakni mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai melihat, saat Kapolri, Jenderal Tito Karnavian menyatakan institusi Polri netral, hal ini sebenarnya sudah selesai.

"Jika ada yang 'bermain' di luar itu, ini yang disebut insubordinasi," ujar Pigai.

Seperti diketahui, AKP Sulman Aziz sempat mengaku jika Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna telah memerintahkan para Kapolsek di bawahnya untuk menggalang dukungan bagi Paslon Joko Widodo-Maruf Amin. Apabila Jokowi-Maruf kalah di wilayah mereka, maka akan dikenakan sanksi.

Namun selang sehari setelah pemberitaan tentang pengakuannya itu, tiba-tiba Sulman menarik pengakuan itu dan menyebut dirinya tengah emosi karena tak terima dimutasi dari jabatannya sebagai Kapolsek Pasirwangi menjadi Kanit Seksi Pelanggaran Subdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat.

Sulman sendiri telah diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Jumat (5/4) guna mendalami pengakuannya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga