PSBB Transisi Ibukota Lanjut Lagi, Roda Bisnis Pelan Lagi

Jakarta, Akuratnews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperpanjang PSBB Transisi di Ibukota selama 14 hari ke depan hingga 27 Agustus mendatang.

"Dengan mempertimbangkan segala kondisi, setelah kami berkonsultasi dengan pakar kesehatan khususnya epidemiolog, dan berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda pada sore tadi, kami memutuskan untuk kembali memperpanjang PSBB Masa Transisi di fase pertama ini untuk keempat kalinya hingga tanggal 27 Agustus 2020," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pernyataannya, Kamis (13/8).

Dengan diperpanjangnya PSBB, artinya selama dua bulan di kuartal III-2020 roda bisnis masih berputar pelan.

Laju pemulihan ekonomi saat PSBB menjadi lambat setelah mengalami kontraksi 5,32 persen year-on-year (YoY) di kuartal II-2020, sehingga risiko resesi meningkat seperti yang diramal oleh Bank Dunia dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juli 2020, dengan judul The Long Road to Recovery.

Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia tidak tumbuh alias 0 persen. Namun Bank Dunia punya skenario kedua, yaitu ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -2 persen pada 2020 jika resesi global ternyata lebih dalam dan pembatasan sosial (social distancing) domestik lebih ketat.

"Ekonomi Indonesia bisa saja memasuki resesi jika pembatasan sosial berlanjut pada kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 dan/atau resesi ekonomi dunia lebih parah dari perkiraan sebelumnya," tulis laporan Bank Dunia.

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sektor-sektor penopang perekonomian yang pada kuartal II ini ikut terkontraksi dalam akan sulit pulih dengan mudah. Oleh karenanya, jika upaya pemerintah tidak maksimal maka Indonesia bisa masuk ke jurang resesi.

"Memang probabilitas negatif (di kuartal III) masih ada karena penurunan sektor tidak bisa secara cepat pulih," ujar Sri Mulyani di konferensi pers virtual, Rabu (5/8) lalu.

Dan jika di kuartal III nanti pertumbuhan ekonomi negatif lagi, maka Indonesia sah mengalami resesi.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga