PSP 2021, Manggarai Timur Tempati Posisi Kedua Terbanyak Setelah Aceh

Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, SH.,M.Hum didampingi oleh Wakil Ketua II DPRD Manggarai Timur, Bernadus Nuel, SH, Kadis PPO Manggarai Timur, Drs. Basilus Teto bersama Sekdis PPO Manggarai Timur, Rofinus Hibur, S.Pd.,M.Pd, pada saat membuka Rapat Kerja Pengawas dan Kepala Sekolah Jenjang SMP Tingkat Kebupaten Manggarai Timur tahun 2022, di Aula Kopdit AMT - Borong, Jumat, 14 Januari 2022. || dok. Akuratnews.com// Yohanes Marto.
Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, SH.,M.Hum didampingi oleh Wakil Ketua II DPRD Manggarai Timur, Bernadus Nuel, SH, Kadis PPO Manggarai Timur, Drs. Basilus Teto bersama Sekdis PPO Manggarai Timur, Rofinus Hibur, S.Pd.,M.Pd, pada saat membuka Rapat Kerja Pengawas dan Kepala Sekolah Jenjang SMP Tingkat Kebupaten Manggarai Timur tahun 2022, di Aula Kopdit AMT - Borong, Jumat, 14 Januari 2022. || dok. Akuratnews.com// Yohanes Marto.

AKURATNEWS - Setelah mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi Program Sekolah Penggerak (PSP) tahun 2021, dilaksanakan oleh Dirjen Dikdasmen Kemendikbudristek sejak April 2021, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur mendata jumlah satuan pendidikan pelaksana PSP mulai dari tingkat PAUD, SD, dan SMP di Manggarai Timur, sebanyak 42 sekolah.

Data tersebut dipaparkan Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas, SH., M.Hum dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja Pengawas dan Kepala Sekolah Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tingkat Kebupaten Manggarai Timur tahun 2022, berlangsung di Aula Kopdit AMT - Borong, Jumat, 14 Januari 2022.

Bupati Agas menyebutkan data Dinas PPO Kabupaten Manggarai Timur, sebanyak 27 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, dan SMP di Manggarai Timur yang menjadi peserta seleksi tahap I program tersebut. Sedangkan yang lolos seleksi gelombang II tercatat berjumlah 15 sekolah.

"Jadi saat ini terdapat 42 sekolah mulai dari jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Manggarai Timur melaksanakan Program Sekolah Penggerak. Kemendikbud Ristek menyebut Manggarai Timur dengan jumlah sekolah penggerak terbanyak di Indonesia," ungkap Bupati Agas.

Bupati Andreas menjelaskan bahwa tahun 2021 kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas PPO dipilih oleh Kemendikbud Ristek sebagai salah satu kabupaten pelaksana Program Sekolah Penggerak di Indonesia. Kemendikbud Ristek kemudian menetapkan agar seleksi program sekolah penggerak di Manggarai Timur dilakukan dua gelombang.

"Karena begitu tingginya antusiasme kepala sekolah mengikuti seleksi Program Sekolah Penggerak tahap I, Kemendikbud Ristek lalu menetap agar seleksi program unggulan ini dilakukan sebanyak dua kali di Manggarai Timur," jelasnya.

Bupati Manggarai Timur juga menerangkan mengungkapkan bahwa Kemendikbudristek mengapresiasi kegiatan-kegiatan di sekolah penggerak. Salah satu kegiatannya adalah proyek penguatan profil pelajar pancasila dalam bentuk kegiatan Dapur Ilmiah berupa penerbitan majalah Aspirasi, Pikiran dan Rasa (ASPIRA) oleh siswa/i sekolah SMPN V Borong.

Selain mengikuti seleksi PSP, tahun 2021 Kabupaten Manggarai Timur ditetapkan sebagai salah satu kabupaten pelaksana Program Guru Penggerak (PGP). "Terdapat 65 guru dari jenjang PAUD, SD dan SMP yang lulus seleksi ini," jelas Bupati Agas.

Ia juga mengungkapkan bahwa tahun 2021, Kabupaten Manggarai Timur juga menjadi sasaran Program Organisasi Penggerak yang difasilitasi oleh Wahana Visi Indonesia (WVI).

Sejumlah Pengawas dan Kepala Sekolah Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Manggarai Timur menghadiri rapat kerja tahun 2022, berlangsung di Aula Kopdit AMT - Borong, Jumat, 14 Januari 2022. || dok. Akuratnews.com//Yohanes Marto.

Bupati menambahkan, selain melaksanakan program prioritas dari Kemendikbudristek itu, pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas PPO melaksanakan kegiatan inovatif tingkat daerah yaitu Ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD), "Meski dibayangi oleh berbagai tantangan terutama fasilitas TIK yang terbatas dan tidak tersedianya jaringan internet dan jaringan yang tidak stabil, USBD berhasil dilaksanakan," jelas Andreas Agas.

Ia mengatakan, keberhasilan USBD juga ikut mendorong pengintegrasian TIK bagi dalam pembelajaran dan asesmen baik bagi guru maupun para siswa di sekolah, "Hal itu tidak heran karena ada antusiasme para kepala sekolah bersama guru untuk melaksanakan pembelajaran maupun ujian secara digital cukup tinggi,"

Tahun 2021, Bupati Manggarai Timur dan Dinas PPO secara khusus diundang untuk dimintal pendapat, pikiran serta gagasan terkait kurikulum paradigma baru. "Dalam kurikulum itu terdapat sepirit perjuangan menuju arah yang lebih baik, dari Manggarai Timur untuk Indonesia yang diwakilkan oleh SMP Negeri 4 Poco Ranaka," jelas Bupati.

Pada kesempatan itu, dihadapan sejumlah pengawas dan para kepala sekolah, Bupati Andreas Agas mengungkapkan pentingnya merefleksikan tugas dan tanggung jawab, baik sebagai pengawas maupun sebagai kepala sekolah, "Kita telah memasuki tahun 2022. Tentu ada banyak hal yang sudah kita lakukan pada tahun 2021, terutama dalam tugas kita sebagai pengawas dan kepala sekolah," ungkap Bupati.

"Kita perlu melakukan refleksi untuk melihat apa yang sudah atau yang belum dapat kita wujudkan, lalu mengapa belum tercapai dan pembelajaran apa yang kita dapatkan dari banyaknya pengalaman tahun 2021 untuk membantu kita lebih baik pada tahun 2022 ini," ungkap Bupati Agas pada kesempatan pertama di awal tahun 2022 ini.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Andreas Agas mengapresiasi sejumlah pencapaian kerja dinas PPO Manggarai Timur di tahun 2021, "Jika melihat kembali perjalanan kita pada tahun 2021, ada sejumlah capaian yang telah kita peroleh," ungkapnya.

Saat ditemui usai pembukaan rapat kerja itu, Kadis PPO, Basilus Teto menerangkan bahwa untuk sekala nasional Manggarai Timur menempati urutan kedua setelah kabupaten Aceh, "Sedangkan untuk sekala provinsi, Manggarai Timur ada pada urutan pertama sebagai kabupaten dengan jumlah sekolah penggerak yang terbanyak di NTT yaitu sebanyak 42 sekolah," jelasnya

"Jumlah 42 sekolah tersebut khusus satuan pendidikan yang dibawahi oleh pemerintah kabupaten mulai dari jenjang PAUD, SD, dan SMP. Sedangkan jika digabungkan dengan satuan pendidikan SMA yang dibawahi oleh Pemprov NTT maka sekolah penggerak di Kabupaten Manggarai Timur berjumlah 55 sekolah," jelas Kadis Basilus Teto.***

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga