PT. Catur Bangun Mandiri Perkasa Tidak Terbukti Menggelapkan Dana

Pada sidang hari Senin 4 Oktober 2021 yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dibacakan Nota Pembelaan yang diajukan oleh penasihat hukumnya dimana dalam pembelaan tersebut, Terdakwa tidak terbukti bersalah menggelapkan dana
Pada sidang hari Senin 4 Oktober 2021 yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dibacakan Nota Pembelaan yang diajukan oleh penasihat hukumnya dimana dalam pembelaan tersebut, Terdakwa tidak terbukti bersalah menggelapkan dana

AKURATNEWS - Perkara pidana dugaan menggelapkan dana dalam rekening Nomor 0288888887 milik PT. Catur Bangun Mandiri Perkasa telah mencapai sidang Pembacaan Nota Pembelaan Terdakwa.

Pada sidang hari Senin 4 Oktober 2021 yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dibacakan Nota Pembelaan yang diajukan oleh penasihat hukumnya dimana dalam pembelaan tersebut, Terdakwa tidak terbukti bersalah menggelapkan dana dalam rekening 0288888887.

Karena Terdakwa melalui PT. Catur Bangun Mandiri Perkasa telah membayar uang muka sebesar Rp 49, 5 miliar dari total harga pembelian Tower A dan C sebesar Rp
165 miliar.

Sisanya Rp 115 miliar telah lunas dengan tercapainya progres pekerjaan sebagaimana tertuang dalam Buku 4.

Disamping itu, progres pekerjaan PT. Catur Bangun sebesar 59,3052 % dengan nilai tagihan sebesar Rp 265.757.664.639,- (termasuk PPN) telah disahkan oleh Pengadilan dalam Putusan Nomor 724/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Pst telah berkekuatan hukum tetap. Sehingga tagihan tersebut semakin kuat.

"Ya, PT Prima Kencana memiliki kewajiban membayar sebesar lebih kurang Rp 150 miliar kepada client saya. Namun kami menduga, dilaporkannya client saya ke polisi oleh Sdr. Teguh Susanto dimaksudkan untuk menghindari kewajiban membayar ke perusahaan client,'' tegas Rinto Wardana, penasihat hukum Terdakwa.

Dalam persidangan, penasihat hukum Terdakwa juga mengatakan bahwa tindak pidana yang dituntut kepada Terdakwa tidak terbukti sama sekali karena pemanfaatan dana dalam rekening BCA buntut 7 itu dilakukan dalam koridor pemberian kuasa.

Pembelian Tower A dan C juga telah dibayarkan uang muka sebesar Rp 49, 5 miliar dan sisa Rp 115 miliar telah lunas sebagaimana tertuang dalam progres 4 dan juga progres pekerjaan yang telah di ketok palu oleh majelis hakim dalam perkara 724.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Redaksi

Baca Juga