PT. IMM, BSTI Bersama RS Dr. Sukanto Selenggarakan Pelatihan BLS Bagi Tenaga Medis

Para peserta yang terdiri dari para tanaga medis, Staff Admin hingga Cleaning Service turut ambil bagian dalam pelatiahn BLS yang diselenggarakan oleh PT IMM, BSTI bekerjasama dengan RS. Dr. Sukanto, Jakarta.

Jakarta, Akuratnews.com - Basic Life Support (BLS) merupakan pengetahuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama bagi seseorang yang mengalami beberapa kejadian berpotensi membahayakan kehidupan tentunya bukan saja harus dimiliki oleh pelaku medis, tetapi perlu dimiliki oleh seluruh masyarakat agar dapat memberikan pertolongan. Pada dasarnya Panduan Bantuan Hidup Dasar (BHD) / Basic Life Support (BLS) merupakan suatu panduan dari American Heart Association/ AHA yang umumnya meliputi beberapa kondisi, misalnya detak jantung berhenti, tersedak, tenggelam dan lain-lain.

Dalam memberikan pembekalan bagi para karyawannya RS Polri Dr. Sukanto bekerjasama dengan PT. Indo Mega Medika (IMM) dan BSTI selaku perusahaan distributor alat kesehatan, menggelar pelatihan BLS yang diperuntukkan bagi para karyawannya, dari mulai perawat, Admin, Pos hingga Cleaning Service. Walaupun pelatihan yang digelar kali ini tanpa sertifikat, namun pengetahuan dasar ini dinilai sangat bermanfaat bagi seluruh karyawan di RS Polri yang notabene sebagai tempat memberikan layanan kesehatan secara menyeluruh.

Dalam memberikan pembekalannya, Dr. Kristoforus yang merupakan mitra dari IMM, menjelaskan, untuk pengetahuan BLS artinya siapa saja seharusnya bisa dan wajib mengetahui. Bahkan di luar negeri, ini sudah masuk dalam kurikulum belajar sekolah. Jadi tidak hanya tenaga medis saja yang melakukannya.

"Dalam kegiatan BLS kepada seorang pasien, kita hanya melakukan terbatas yakni demi memperpanjang hidup seseorang, bukan melakukan terapi, infus dan sebagainya. Ini tindakan awal sebelum diberikan fasilitas layanan kesehatan," ujar Kristoforus, di hadapan peserta, Senin (13/2).

Terkait dengan pihak karyawan rumah sakit yang diberikan pengetahuan dasar ini, dokter menyampaikan untuk rumah sakit sebenarnya sudah jauh pengetahuannya dalam memberikan layanan. Tetapi perlu memberikan pemahaman dulu kepada para tenaga medis dan lainnya, karena ini menjadi dasar dalam tindakan advance. Kalau tidak tahu tentu akan menjadi musibah.

"Ini basic tanpa alat apapun ( dalam memberikan pertolongan). Penyebab kematian yang paling sering terjadi adalah penyakit kardiovaskular yakni gabungan penyakit pembuluh darah dan jantung. Bukan hanya sekedar jantung berhenti, tetapi pembuluh koroner yang memberikan makanan kepada jantung. Kalau tersumbat akan menjadi serangan jantung. Kejadian kejadian seperti ini biasanya terjadi di rumah dan terlambat sebelum mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit. Semua berisiko, sehingga semuanya diharapkan bisa dan mengetahui BLS untuk memberikan pertolongan pertama," ungkapnya.

"Untuk itu pengetahun dasar ini tentu sangat dibutuhkan oleh setiap orang, terlebih bagi para tenaga medis," tambahnya.

Sementara itu, Direktur IMM Ezra Christian Pattiasina berharap dengan kegiatan yang digelar ini dapat meningkatkan kemampuan para tenaga perawat, staff rumah sakit yang tentunya berimbas kepada peningkatan pelayanan dari RS Polri Sukanto, salah satunya dalam melakukan tindakan bantuan hidup dasar kepada pasien.

"Sewaktu-waktu diperlukan, para peserta yang mendapatkan pelatihan bisa langsung bertindak dan membantu korban. PT.IMM dan BSTI membuka pelatihan kepada tenaga medis, dengan harapan kami ke depannya semua tenaga medis dan staff di seluruh RS di Indonesia dapat memiliki keterampilan medis yang baik," pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga