PT JIEP Gandeng KTL Hadirkan Laboratorium Halal

Jakarta, Akuratnews.com - PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) bekerja sama dengan Korea Testing Laboratory (KTL) akan menghadirkan Laboratorium Halal pertama di Indonesia.

Pada tanggal 9 November 2017 waktu lalu, bertempat di Hotel Ritz - Carlton Jakarta, PT JIEP - KTL telah menandatangani MOU bersama terkait kerjasama pembangunan Laboratorium Halal di kawasan Industri Pulogadung. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Kepala BKPM RI, Thomas Lembong dan Menteri Perdagangan Industri dan Energi Republik Korea Selatan, Paik Ungyu.

Berlandaskan peraturan UU JPH, PT JIEP akan menjadikan laboratorium halal JIEP - KTL sebagai salah satu alternatif para produsen untuk mendapatkan label halal. Laboratorium halal ini akan menjadi salah satu lembaga Pemeriksa Halal yang didukung fasilitas laboratorium modern berstandar Internasional.

Dalam rangka mewujudkan pendirian Laboratorium Halal di Indonesia, PT JIEP, IHPF, KTL, didukung oleh Korea Trade - Investment Promotion Agency (KOTRA) tengah menyelenggarakan peresmian acara Halal Testing Equipment (PCR, ELISA, GC-FID) Transfer Ceremony" di Gedung BPSP Kawasan Industri Pulogadung.

Dalam acara tersebut dilakukan serah terima peralatan untuk menguji kehalalan suatu produk. Peralatan yang diterima pihak JIEP yaitu alat yang berkaitan dengan metode PCR, Elisa dan GC - FID.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia sangat berpotensi untuk produk halal. Sebagaimana kita tahu bahwa produk Korea Selatan saat ini banyak diminati di Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya lembaga dan laboratorium halal untuk memeriksa kehalalan produk asal negeri Ginseng ini. Setidaknya ada lebih 3.000 usaha Korea Selatan dari produk yang harus disertifikasi.

Menurut Ketua Umum Indonesian Halal Products Fondation, M Yanis Musdja, terdapat keuntungan bagi Indonesia dengan adanya kerjasama pendirian laboratorium halal, yakni Indonesia mendapatkan transfer teknologi dari Korea untuk menghadirkan laboratorium halal.

"Selanjutnya Indonesia dapat melakukan syiar Islam, serta membantu BPJPH dalam menganalisis kehalalan suatu produk," kata Yanis di lokasi, Jakarta Timur, Rabu (13/12/2017).

Sementara itu, Alat penguji ke-halalan secara simbolis langsung diserahkan oleh Direktur KOTRA Kim Byung Sam dan diterima oleh M Yanis Musdja, Ketua Umum Indonesian Halal Products Foundation, sekaligus yayasan yang mengelola laboratorium halal tersebut.

Menurut Kim Byung Sam alasan KONTRA mendukung kerjasama JIEP dan KTL mendirikan laboratorium halal di Indonesia karena melihat populasi masyarakat Indonesia sebagian besar beragama muslim. Dan Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

"Alasan paling pertama Indonesia negara muslim paling besar. Masyarakat disini sekitar 87 persen beragama Islam. Setelah melakukan beberapa diskusi dengan PT JIEP akhirnya kita mau (membuat laboratorium halal) disini," terang Kim. (Ade)

Penulis:

Baca Juga