PT MIT Desak Polisi Tahan Kuratornya

Jakarta, Akuratnews.com - PT. Multicon Indrajaya Terminal (MIT) meminta penyidik dari Polda Metro Jaya untuk segera melakukan penahanan terhadap kuratornya, Permata N Daulay.

Ia sendiri resmi dilaporkan ke unit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya pada 2 Juli 2018 lalu dalam kasus dugaan perusakan dan pencurian aset perusahaan.

Wisnu Pancara selaku Legal PT MIT menuturkan Daulay juga dilaporkan atas dugaan penggelapan uang klien. Kasus tersebut saat ini sedang dalam proses penyidikan.

"Permata N Daulay sudah dua kali dipanggil untuk pemeriksaan namun tidak hadir sehingga untuk menghindari upaya melarikan diri dan, menghilangkan barang bukti sangat diperlukan penyidik melakukan penahanan, dan pada tanggal 4 agustus 2018 Polda Metro Jaya juga sudah menetapkan tersangka PND dengan pasal perusakan dan pencurian aset serta penggelapan uang klien, " tutur Wisnu kepada awak media di Jakarta, Selasa (07/08/18).

Sampai saat ini, ujar dia, Daulay tidak pernah menyerahkan beberapa aset dalam penguasaannya yang sebagian besar hilang dan rusak berat. Pihaknya menduga telah terjadi penggelapan pada saat sang kurator melakukan penguasaan aset-aset.

Untuk diketahui, PT. MIT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Terminal Petikemas. Perusahaan itu jatuh pailit pada Mei 2017 dan telah diputus Perdamaian dan diangkat kepailitannya pada April 2017 lalu. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga