Bisnis Migas Masih Menjanjikan

PT Pelayaran Tamarin Samudra Tambah Dua Anak Perusahaan

Jakarta, Akuratnews.com - Prospek bisnis minyak dan gas bumi masih berkembang dan menjanjikan.  Hal ini coba terus dioptimlkan perusahaan-perusahaan yang memiliki core bisnis ini.

Hal ini pula yang coba dioptimalkan PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (Perseroan) lewat penambahan anak perusahaan.

"Kami merasa belum maksimal dalam optimalisasi bisnis migas. Oleh karenanya kita buka dua anak perusahaan lagi," ujar Corporate Secretary PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (Perseroan), Leo A. Tangkilisana saat Public Expose di Jakarta, Kamis (27/6).

Dalam Public Expose ini, manajemen menyampaikan pencapaian kinerja Perseroan pada tahun 2018,
tinjauan keuangan tahun 2018 dan informasi penting terkini.

Dalam keterangannya, pada 2018 pendapatan usaha Perseroan mengalami peningkatan sebesar 2,94 persen dibandingkan 2017. Peningkatan ini terutama diperoleh dari Segmen Usaha Charter Hire, yang merupakan bisnis utama Perseroan.

Namun Perseroan membukukan kenaikan rugi komprehensif sebesar 22,18 persen menjadi sebesar USD3,8 juta yang disebabkan beban operasional yang mengalami peningkatan.

“Pada 2018, Perseroan berhasil memperpanjang kontrak kapal Petroleum Excelsior hingga 2022," papar Leo yang juga menjabat sebagai Direktur Perseroan.

Ia juga memaparkan, sejumlah peristiwa penting terjadi di tahun 2019. Peristiwa itu di antaranya:

1. Pendirian dua anak perusahaan yaitu PT Sentra Samudra Tamarin dan PT Sentra Sukses Gemilang. Tujuan. Penndirian dua anak perusahaan ini sebagai penunjang kegiatan usaha Perseroan.

2. Penyelenggaraan RUPSLB pada 2 Mei 2019 yang menyetujui perubahan susunan Direksi dan menyetujui pemecahan nilai nominal (Stock Split) dengan rasio 1:10.

Pada tanggal 25 Juni 2019 merupakan awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi. Dengan demikian jumlah saham tercatat Perseroan adalah 37.500.000.000 (tiga puluh tujuh miliar lima ratus juta) lembar.

3. Penjanjian Kerjasama Operasional dengan PT Duta Lintas Transportasi (DLT). Perseroan akan melakukan seluruh kegiatan operasional kapal, termasuk penyediaan kru atau awak kapal, sedangkan DLT akan menyediakan kapalnya.

"Public Expose ini diselenggarakan setelah penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)," imbuh Leo.

Dijelaskannya, RUPST Perseroan menyetujui lima agenda rapat, yaitu menyetujui Laporan Tahunan
dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, menyetujui penetapan honorarium anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, menyetujui penunjukan Akuntan Publik untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan KBLI 2017.

Penulis: rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga