PT. Unggul Mas Sejahtera Diduga Pasarkan Perumahan di Atas Tanah Sengketa

Plang milik Rita widjaya yang dipasang di Lokasi lahan sengketa mengapit Spanduk besar My Residence Sawangan. (Foto Hugeng Widodo/Akuratnews.com)

Depok, Akuratnews.com - Sengketa tanah seluas 2,3 hektar (ha) di kel. Serua, Bojongsari, Kota Depok masih belum berakhir. Dikabarkan status kepemilikan lahan itu, masih dalam keadaaan bersengketa antara para pihak Rita Widjaya, Hendriko Widjaya, Mirawati Papan dan Hilda Widjaya atau dikenal sebagai Rita dkk melawan Direktur PT. Unggul Mas Sejahtera, Ida Farida dan Arief Gunawan Kurniawan yang disebut-sebut sebagai Ida Farida dkk.

"PT. UMS diduga telah memasarkan perumahan dengan menggunakan nama "My Residence Sawangan"  di atas tanah objek sengketa antara Rita Widjaya dkk dengan PT. UMS yang dipimpin oleh Arief Gunawan Kurniawan dan Ida Farida," Ujar Hengky Hendratno SH, Kuasa Hukum Rita Widjaya dkk dalam keterangan resminya kepada redaksi Akuratnews.com, Rabu (4 September 2019).

Menurut Hengky, objek sengketa itu berlokasi di Jl. H. Hanafi (Depan kantor PT. Graha), Kel. Serua, Bojongsari, Kota Depok yang sejak tanggal 10 Agustus 2019 lalu diduga telah memasang banyak spanduk/iklan/umbul-umbul lengkap dengan mencantumkan nomor telepon selular atas nama Eka.

Berperkara Sejak 2015

"Padahal tanah ini sejak 2015 yang lalu sedang berperkara dengan Rita Widjaya Dkk dan saat ini dengan keluarnya putusan Kasasi Mahkamah Agung No.1896 K/PDT/2019 tanggal 15 Agustus 2019 dinyatakan tanah objek sengketa yang berada di bagian hamparan 2,3 ha tersebut adalah Milik Rita Widjaya sesuai amar putusan kasasinya, menyatakan PT. UMS dan Ida Farida telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum karena menguasai tanah objek sengketa sejak 2014 lalu, dan memerintahkan agar Tergugat selaku pemohon kasasi (Ida Farida dkk) untuk mengosongkan tanah objek sengketa tanpa beban apapun kepada Penggugat atau Pemilik Rita Widjaya." terang Hengky.

Hengky mengakui, dengan putusan kasasi ini, maka pihaknya selaku kuasa hukum Rita Widjaya telah memberikan somasi kedua dan terakhir selama 2 x 24 jam pada tanggal 27 Agustus 2019 lalu agar PT. Unggul Mas Sejahtera yang berada di dalam lokasi tanah objek sengketa agar mengosongkan lahan tersebut. Namun, menurut Hengky, PT. Unggul Mas Sejahtera tidak mengindahkan somasi ini, sehingga kliennya melakukan langkah hukum lebih lanjut.

Hengky menuturkan, sekitar awal Juli 2019, Rita Widjaya telah memohon perlindungan hukum kepada Walikota Depok, Ketua DPRD Kota Depok dan Kapolres Depok karena diduga pihak PT. Unggul Mas Sejahtera telah menggarap tanah objek sengketa ini dengan menurunkan alat berat/Beko untuk kegiatan cut & fill. Meski telah diperingatkan melalui surat somasi oleh Kliennya pada tanggal 9 Juli 2019 tetapi menurut Hengky, PT. Unggul Mas Sejahtera tetap nekat melanjutkan kegiatannya.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga