PTM Dimulai, KT&G SangSang Univ. Indonesia Dukung Pembelajaran SMP Bhakti Jakarta

AKURATNEWS -  KT&G SangSang Univ. Indonesia bersama komunitasnya yakni SangSang Volunteer dan SangSang Friends menggelar kegiatan volunteer di SMP Bhakti Jakarta untuk mendukung lancarnya pembelajaran tatap muka (PTM).

Dukungan yang diberikan berupa pengecatan kembali tiga ruangan kelas, donasi 20 unit meja, 40 unit kursi, enam unit kipas dinding dan satu unit proyektor.

Sepuluh anggota komunitas KT&G SangSang Univ. Indonesia berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan sosial yang dilakukan. Tidak hanya itu, 12 siswa SMP Bhakti Jakarta pun menyambut antusias dukungan yang diberikan dengan terlibat langsung dalam proses pengecatan ruang kelas dan lainnya.

Kepala Sekolah SMP Bhakti, Putri Sari Pamungkas, S.E, S.Pd. mengaku senang berkat dukungan yang diberikan yang tentunya menjadi penyemangat siswa untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

"Terima kasih atas bantuannya. Kami sangat senang dengan dukungan nyata yang diberikan KT&G SangSang Indonesia sebagai komunitas nomor satu yang mengedepankan pendidikan Indonesia," ujar Putra Sari, Jumat (15/9).

KT&G SangSang Univ. Indonesia akan terus melakukan kegiatan volunteer sehingga, dapat menjadi contoh yang baik untuk komunitas lainnya dalam membantu sekolah-sekolah untuk dapat memenuhi fasilitas yang layak sehingga menciptakan tingginya semangat belajar.

Selain memperbagus fasilitas sekolah, KT&G SangSang Univ. Indonesia juga memiliki program SangSang Mentor yang terdiri dari 12 mahasiswa Indonesia yang akan memberikan tambahan pembelajaran baik offline maupun online kepada sekolah atau lembaga lainnya yang membutuhkan, Panti Yatim Indonesia, Tebet salah satunya.

Program ini sudah berjalan sejak September 2021. Materi pembelajaran yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat pendidikan peserta. Adapun mata pelajaran yang diajarkan adalah matematika dan bahasa inggris setiap minggunya. Namun, tidak menutup kemungkinan SangSang Mentor akan mengajarkan materi tambahan lainnya.

Tidak dapat dipungkiri pembelajaran online membuat peserta didik kesulitan dalam memahami pembelajaran yang diberikan guru sehingga mayoritas anak yatim di PYI Tebet sangat membutuhkan pembelajaran tambahan agar mereka bisa membaca dan menulis

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga