oleh

Publik Tidak Mampu Lakukan Konfirmasi Secepat “Suntikan” Berita

Jakarta, Akuratnew.com – Pengamat Media, Muhammad Lukman Arifianto mengatakan media massa berperan dalam menciptakan Pemilu yang kredibel. Media bertindak memberikan pencerahan terkait dengan kualitas demokrasi dalam Pemilu.

“Media sebenarnya salah satu kendaraan yang paling utama adalah memediasi masal-kan tentang kualitas demokrasi kepada masyarakat,” ujar Lukman dalam diskusi Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) bertajuk ‘Peran Media Dalam Mendorong Kualitas Demokrasi di Pilpres 2019’ di D Hotel, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018).

Namun di sisi lain, Lukman mengungkapkan media massa seperti jarum hipodermik yang “menyuntikkan” berita. Hal tersebut menurutnya tidak sebanding dengan kemampuan masyarakat dalam mengkonfirmasi langsung kebenaran suatu berita.

“Keunggulan media massa mereka mampu memberikan suntikan kepada publik, dan publik tidak bisa mengkonfirmasi secepat mereka menyuntik. Jadi harus ada rentang waktu dulu,” imbuhnya.

Dosen Fikom Universitas Bhayangkara Jaya ini menyatakan, untuk mengkonfirmasi sebuah berita, masyarakat di daerah kerap mengalami kesulitan. Terlebih, masyarakat daerah masih memiliki kebiasaan menonton televisi secara bersama-sama.

“Artinya kalaupun berita itu muncul belakangan sebagai pembanding, akan jomplang dengan apa yang sudah didapatkan oleh publik setempat,” tukas dia.

Hal itu diperparah dengan kondisi para pekerja media yang cenderung mengikuti alur sang pemilik. “Kualitas demokrasi dengan demikian terjadi berdasarkan alur siapa pemilik,” pungkas Lukman. (Ysf)

Komentar

News Feed