Pungutan Liar PPDB

Pungli SMPN 2 Tulungagung, Terdakwa Eko Purnomo Akui Perintahkan Pungutan PPDB

Mantan Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung Eko Purnomo dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Samsul Arifin/Akuratnews)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Mantan Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung Eko Purnomo terdakwa dalam kasus Pungutan Liar (Pungli) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017 di SMPN 2 Tulungagung menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada hari Senin (15/7/2019).

Dalam persidangan terdakwa ditanyak seputaran kegiatan rapat yang membahas penerimaan peserta didik baru dan siapa yang memerintahkan pungutan tersebut oleh jaksa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tulungagung Sutan Takdir menyampaikan, seperti dalam surat dakwaan penuntut umum sudah dijelaskan bahwa, ada perintah terdakwa Eko Purnomo kepada Rudy Bastomi (sudah diputus) melalui WhatsApp nya meminta sumbangan itu adalah tepat kecuali keluarga miskin (Gakin) "yang tidak mau nyumbang akan disileksi lagi" dan terdakwa mengakui bahwa itu WhatsApp dari terdakwa.

"Dalam persidangan terdakwa mengakui kalau itu WhatsApp nya," tutur, Jaksa Sutan Takdir saat dikutip akuratnews.

Sementara Danan Prabandaru selaku Penasehat Hukum Terdakwa saat dikonfirmasi akuratnews terkait adanya perintah terima sumbangan dari terdakwa menyatakan, terdakwa tidak pernah memerintahkan. Pungutan itu terjadi atas perintah Komite. "Pungutan itu terjadi atas perintah Komite," Cetus, Danan Prabandaru.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung sekaligus Ketua Panitia PPDB, Rudy Bastomi (44) dan Supraptiningsih (56) selaku Kepala Sarana Prasarana (Sarpras) oleh Polres Tulungagung pada tahun lalu dan keduanya sudah divonis masing-masing Rudy Bastomi dihukum 1,2 tahun dan Supraptiningsih dihukum 8 bulan. **

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga