Punya Dendam, Ketua Sahabat Kartini Ini Terus Tularkan ‘Virus’

Jakarta, Akuratnews.com - Perjuangan tak akan mengkhianati hasil. Hal inilah yang kini dirasakan Ketua Sahabat Kartini dan Yayasan Bahira, Rani Anggraini Safitri.

Lahir dari keluarga berada hingga usia sembilan tahun tinggal bersama orang tuanya di kawasan elit Cipinang, Jakarta Timur, jalan hidup ibu dua anak ini tak terus mulus. Akibat masalah ekonomi, Rani dan keluarga terpaksa tinggal di rusun Klender, Jakarta Timur.

Setiap hari saat berangkat dan pulang sekolah, ia melintas di depan salah satu rumah megah berpagar tinggi dengan halaman luas yang tak jauh dari blok rusun tempat tinggalnya. Kerap dalam hati kecilnya, ia membandingkan rumah megah itu dengan dua unit rusun di lantai dasar milik orang tuanya.

“Dalam hati kecil saya berniat, suatu saat nanti saya harus punya rumah dengan pagar di depannya, tanpa ada penghuni lain tinggal di atas rumah saya,” cerita Rani di kediaman nan asrinya di kawasan Cibubur, baru-baru ini.

Dan ia mampu mewujudkan niat itu. Tapi tidak dengan cara yang mudah. Di usia 19 tahun ia sudah bekerja di perusahaan telekomunikasi. Dengan kerja kerasnya, tiga tahun kemudian ia bisa memiliki rumah sendiri yang memiliki pagar, tanpa penghuni lain di atasnya.

Kini, Rani pun telah menjadi seorang pengusaha muda, aktivis perempuan dan sosialita yang sukses. Tapi kesuksesan itu tak membuatnya jauh dari tanah tempatnya berpijak.

Sudah sejak lama ia tak mau lepas tangan pada upaya menebar 'virus' kebaikan. Begitu memiliki gaji sendiri, Rani sudah punya banyak anak asuh yang dibiayai pendidikannya.

"Pernah ada anak jalanan yang mau bunuh diri, saya cegah. Saya biayain sekolahnya. Sampai dia bisa kerja sendiri dan sekarang punya rumah sederhana," cerita istri Tonny Djayalaksana ini.

Bahkan saat wabah Corona menghantam nyaris semua lini bisnisnya, Rani tak mau diam saja tanpa berbuat sesuatu. Setiap hari selama Ramadhan ia sediakan 100 nasi kotak bagi warga terimbas secara ekonomi oleh wabah Corona. Termasuk sejumlah paket sembako yang disalurkannya ke sejumlah wilayah dan kalangan yang terimbas, salah satunya adalah jurnalis.

Dan baru-baru ini, kolaborasi dilakukan Rani bersama Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Fadel Muhammad dan Ketua SDGS Lira, Hana Hasanah.

Ketiganya mendatangi wilayah Muara Baru, tepatnya di kawasan rumah nelayan di belakang Rusun Muara Baru, Jakarta Utara. Di wilayah yang mayoritas rumah penduduknya di atas permukaan laut ini, ketiganya turun guna menyerahkan sejumlah donasi sembako, masker, sabun dan hand sanitizer bersama Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik.

"Saya itu nggak tahan liat orang lain sengsara. Bahkan boleh dibilang saya punya 'dendam', tapi dendam saya beda. Dendam ingin membuat yang lain ikut senang," ucap Rani usai kegiatan donasi ini.

Dan kini ia pun masih terus berjuang keras. Bukan untuk dirinya dan keluarga, tapi berjuang menularkan ‘virus' berbuat baik kepada kalangan sekitarnya.

"Virus Corona dibuang jauh-jauh dan jangan sampai tertular, tapi untuk 'virus' berbuat baik ini harus ditularkan juga untuk bisa ditiru oleh yang lain," ucapnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga