Purnomo Yusgiantoro Centre (PYC) Paparkan Rangkaian Kegiatan di Ultah Ketiga

Jakarta, Akuratnews.com- Usai tidak lagi  menjabat sebagai menteri,  serta tidak berada dilingkungan pemerintahan,  Purnomo Yusgiantoro yang dulu kita kenal sebagai Menteri ESDM dan Menteri Pertahanan ini , kini mengabdikan diri sebagai dosen di 2 kampus. Yaitu Kampus ITB dan Universitas Pertahanan.

Selain itu  mantan Menteri dari 4 presiden berbeda ini bersama Istri dan ketiga  putra putrinya  juga fokus mengurus Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) yang ia dirikan sekitar tiga tahun lalu, dan beralamat di Jalan Wijaya IX/12 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Meskipun pada awalnya tempat ini hanya digunakan sebagai perpustakaan pribadi yang menyimpan koleksi sekitar 15 ribu buku referensi, dokumen, dan informasi serta berbagai koleksi lukisan dan cindermata yang dikumpulkan oleh beliau, namun seiring perkembangan waktu muncul gagasan brilian untuk mendirikan Purnomo Yusgiantoro Centre.

keinginan ini muncul dilandasi oleh keinginan beliau  untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam sektor energi & sumberdaya alam, dan sektor pertahanan & keamanan, dan melestarikan nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia.

dalam usianya yang hari ini genap 3 tahun  PYC berkembang menjadi organisasi nirlaba (non-profit) dan independen yang bergerak dalam lingkup penelitian sektor energi & sumberdaya alam, dan sektor pertahanan & keamanan, serta kegiatan sosial budaya pada skala lokal, nasional, maupun global.

" Awalnya tempat ini saya jadikan tempat menyimpan koleksi buku buku saya yang jumlahnya ada sekitar 15 ribuan judul, atau boleh dikatakan semacam musium pribadilah, namun seiring waktu muncul ide kami untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam lingkup penelitian sektor energi & sumberdaya alam, dan sektor pertahanan & keamanan, serta kegiatan sosial budaya, baik lokal maupun global", jelas Purnomo Yusgiantoro, saat mengadakan jumpa pers di markas PYC, di Jl. Wijaya IX/12, Jakarta Selatan, Sabtu (22/6/19).

Masih kata Purnomo " Saat ini saya kan sudah pensiun di pemerintahan, jadi saya ingin menyumbangkan ilmu saya dengan mengajar di kampus ITB dan kampus Universitas Pertahanan. Saya sekarang tinggal di Bandung, jadi yang mengelola ini anak-anak saya Filda, Lucky dan Inka" tambah Purnomo.

Sementara itu dalam kesempatan yang sma Ketua Umum PYC, Filda C. Yusgiantoro, PhD., juga memberikan penjelasan tentang berbagai kontribusi yang pernah dilakukan PYC selama tiga tahun  berdiri.

"PYC telah berkontribusi dan turut serta dalam mengawal perkembangan sektor energi & sumber daya alam. Tercatat PYC bekerja sama dengan Universitas Pertahanan (Unhan) melakukan studi strategis wilayah terdepan NKRI di Natuna. PYC juga mendukung penyelenggaraan Festival Mahasiswa ITB (IPFest) untuk meningkatkan prestasi mahasiswa Indonesia", jelas Filda.

Lebih lanjut Filda menambahkan " Tahun 2017, PYC menyelenggarakan konperensi energi internasional (International Energy Conference, IEC) yang pertama, dan yang kedua tahun ini akan diselenggarakan bulan November 2019. Disamping konperensi, ada acara lomba essay, infografis, dan foto. PYC juga aktif diundang untuk memberikan pandangan dalam lingkupnya di berbagai perguruan tinggi, dan lembaga pengkajian Lemhannas dan Wantannas", tambah Filda.

Sejauh ini PYC juga melakukan kerjasama  dengan berbagai lembaga internasional,  antara lain IPS untuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), ERIA untuk perencanaan sektor energi di Bappenas, dan Climateworks untuk masalah lingkungan hidup. Kedepan, diharapkan PYC dapat terus berkembang dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak sesuai dengan lingkupnya.

Inka B. Yusgiantoro, PhD yang dalam hal ini menjabat sebagai  Head of Supervisor Board,  juga turut memberikan penjelasan; " PYC sebagai organisasi penelitian di sektor energi & sumber daya alam memahami bahwa ketersediaan dan kelengkapan data memiliki peranan penting dalam memahami kondisi dan perkembangan sektor energi & sumber daya alam. Namun data yang disajikan kepada publik kurang interaktif sehingga minat masyarakat untuk menggali informasi rendah. Oleh karena itu, PYC berinovasi membuat data center yang memiliki tampilan interaktif dan berharap masyarakat luas dapat mengetahui kondisi saat ini dengan mudah, dan ikut mengawal perkembangan sektor yang menjadi nyawa dari bangsa ini", jelas Inka.

Menyambung penjelasanya Inka menambahkan; " Konten dalam PYC Data Center ini terbagi ke dalam tiga kategori, yakni Ekonomi (economy), Statistik (statistics), dan Kebijakan (policy). Konten ini berasal dari berbagai sumber yang kemudian diolah kembali oleh Tim Peneliti PYC. Kedepannya, data akan senantiasa diperbarui dan dilengkapi secara berkala", sambungnya.

Sementara itu Luky A. Yusgiantoro PhD, yang menjabat sebagai Member of The Advisor Board turut memberikan keterangannya, tentang buku-buku  yang ditulis dirinya sendiri bersama sang ayah  Purnomo Yusgiantoro.

" Buku terbaru terbitan PYC yaitu Ekonomi Energi: Teori dan Aplikasi (2018), yang ditulis bersama dengan Prof Purnomo Yusgiantoro PhD. Buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yaitu Ekonomi Energi: Teori dan Praktis (2009), dapat dijadikan referensi bagi para peneliti dan praktisi di sektor energi", terang  Lucky.

Menurut Lucky, Buku ini dipakai sebagai referensi utama di Program Pendidikan Ketahanan Energi di Universitas Pertahanan dan ITB. Buku ini menguraikan penggunaan ilmu ekonomi sebagai dasar untuk menganalisa masalah energi pada tataran mikro dan makro. PYC juga menerbitkan Buletin Energi dan Prosiding yang berisi ringkasan dari berbagai kegiatan seminar dan hasil penelitian PYC.

Disela sela kesibukannya mengajar di dua kampus tersebut diatas, Purnomo Yusgiantoro juga sedang menulis buku yang isinya merupakan sejarah perjalanan beliau selama 15 tahun menjabat sebagai Menteri di 2 kementerian berbeda.

Buku yang sementara ini beliau kasih judul "Jasmerah" sudah masuk tahap finalisasi. Isi dari buku ini akan menguak Masa Transisi ESDM (2000-2009)”, serta cerita tentang pengalaman Prof. Purnomo Yusgiantoro selama menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia pada tahun 2000-2009.

Di dalam buku tersebut juga berisikan pengamatan selepas masa jabatannya dan pandangan terkait masa depan energi Indonesia. Buku tersebut mengandung pesan agar tidak meninggalkan sejarah, khususnya sejarah perjalanan sektor energi & sumber daya mineral. Setiap masa, pelaku sejarah mempunyai tantangannya masing-masing yang berbeda dari waktu ke waktu, namun sejarah itu menjadi landasan bagi hadirnya masa kini.  Selanjutnya buku ini nantinya akan diterbitkan oleh PYC, dalam waktu dekat.

PYC Juga Melakukan Kegiatan Sosial Budaya

Meskipun Purnomo Yusgiantoro dikenal sebagai ahli dibidang Sumberdaya dan Energi, namun beliau juga peduli terhadap masalah masalah sosial dan budaya. Kegiatan ini banyak diinisiasi oleh istri tercintanya yaitu Sri Murniati Sachro.

Beberapa kegiatan Sosial dan Budaya yang sudah dilakukannya diantaranya adalah, mendukung penuh upaya PINKAN Indonesia (Persatuan Insan Kolintang Nasional Indonesia) menjadikan alat musik ansambel kolintang dari Minahasa Sulawesi Utara Indonesia Timur sebagai warisan budaya tak benda UNESCO.

Untuk itu, PYC bersama dengan PINKAN Indonesia aktif menampilkan kolintang antara lain di Sydney Opera House Australia; di New Jersey, PBB dan Smithsonian Amerika; di Imperial Hotel Tokyo dalam rangka 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Jepang. kemudian  ada pula pagelaran kesenian Nusantara bersama dengan Jaya Suprana School of Performing Arts di KBRI Bangkok.

Disamping itu, setiap tahun dalam rangka menyongsong peringatan hari kemerdekaan Indonesia PYC menyelenggarakan lomba catur junior, dan aneka ragam kegiatan sosial seperti kunjungan ke panti jompo Bekasi, vaksinasi difteri dan pemeriksaan mammografi.

" Kedepan kita merencanakan konser kolintang di Moscow Rusia, kemudian ke Paris Perancis yang dekat dengan markas UNESCO, agar proses pengakuan dari UNESCO bisa lebih cepat", jelas Sri Murniati./Irish

Penulis: Irish
Editor: editor
Photographer: irish

Baca Juga