Terapkan Sistem Rujukan Berjenjang dan Kerjasama Lintas Sektoral

Puskesmas di Malang Berhasil Turunkan Stunting

Ilustrasi strategi dan upaya dalam penurunan stunting.

Upaya ini harus dipahami oleh masyarakat dan juga harus dilakukan oleh masyarakat. Sebab, bagaimana keterlibatan masyarakat dan keaktifan kader dan tenaga kesehatan sangat menentukan keberhasilan program.

“Bagaiamana kita memantau bahwa PMT yang diberikan selama 3 bulan pasti dimakan oleh anaknya, jika tidak dimakan dan sang anak, tidak ada gunanya. Saya sangat berharap dengan kerjasama seperti ini bisa menjadi salah satu gerakan yang besar dan mempercepat penurunan stunting di Indonesia,” tambah Kartini Rustandi.

dr. Dian Rahmawati, Kepala Puskesmas Sumber Manjing Wetan Kab Malang mengungkapkan masih banyak masyarakat yang belum paham pentingnya melakukan monitoring tumbuh kembang anak setiap bulan ke Posyandu.

“Biasanya setelah masa imunisasi lengkap, ibu-ibu sudah tidak datang lagi ke Posyandu sehingga ini menjadi kesulitan dalam memonitor tumbuh kembang anak setiap bulan. Selain itu, ibu hamil dan menyusui juga banyak yang enggan mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi,” ujar Dian Rahmawati. Selanjutnya ia berharap setiap desa memiliki nutrisionist dapat mengoptimalkan deteksi dini stunting.

DR. Dr Tb. Rahmat Sentika Sp.A., MARS menekankan penurunan stunting masih dapat dilakukan meski dalam situasi pandemi seperti saat ini.

”Caranya adalah Posyandu harus mampu menemukan yang beresiko akan menjadi gagal tumbuh dan yang sudah baik dicegah agar tidak menjadi stunting. Karena itu penting menemukan anak-anak yang berat badannya tidak naik dalam 2 kali penimbangan dan yang berada di bawah garis merah. Bayangkan bila semua puskesmas mampu menemukan anak-anak seperti ini, inilah yang membutuhkan nutrisi dan simulasi dan pemantauan tumbuh kembangnya,” kata Rahmat Sentika.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga