PWNU Jakarta: HTI Mau Disamakan dengan ISIS?

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LBM PWNU) Jakarta, Mukti Ali Qusyairi menolak klaim simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang bertuliskan kalimat tauhid sama dengan bendera Rasulullah.

Menurutnya, bendera yang kerap digunakan oleh HTI tidak bisa diuniversalitaskan sebagai representatif peradaban Islam.

"Kalo memang kalimat tauhid di semua bendera itu sama, apakah mau HTI disamakan dengan ISIS?" ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Polemik Pembakaran Bendera Berkalimat Tauhid: Menista Atau Menyelamatkan?' di Hotel Gren Alia, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Mukti menyatakan meski HTI tidak mengakui bendera yang dibakar oleh oknum Banser Garut, namun ia yakin bendera itu akan terus diperjuangkan oleh HTI.

"Seandainya HTI itu menang dan akan berkuasa, itulah yang akan menjadi benderanya," tukas dia.

Bendera yang sama juga menurutnya akan diperjuangkan untuk membubarkan NKRI dan mendirikan daulah khilafah. Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Masri Mansoer menegaskan di dalam simbol terdapat suatu gagasan.

Menurutnya, bendera adalah simbol bagi sang pemilik. Seperti bendera Merah Putih yang merupakan simbol bangsa Indonesia, sehingga ketika ada yang melecehkan sama saja dengan melecehkan pemilik bendera.

"Yang selama ini sering menggunakan bendera yang bertuliskan Lailaha Ilallah itu adalah organisasi HTI. Artinya bahwa simbol tadi ada pemiliknya secara organisasi," pungkasnya. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga