Soal Putusan MA di Kasus Ridho Rhoma

Raja Dangdut Nilai MA Mau Hancurkan Anaknya

Jakarta, Akuratnews.com - Pedangdut Ridho Rhoma ditambah hukuman penjaranya selama delapan bulan setelah Mahkamah Agung (MA) menerima banding yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

MA menambah hukuman penjara delapan bulan untuk Ridho Rhoma, yang sudah bebas penjara dan rehabilitasi selama 18 bulan sejak tahun 2017 lalu.

Terkait hal ini, sang ayah yang juga Raja Dangdut, Rhoma Irama buka suara terkait proses hukum anaknya itu.

Rhoma Irama menegaskan kalau putusan MA sangatlah aneh. Pasalnya, putranya saat ini sudah menghirup udara bebas dan juga sembuh dari ketergantungannya terhadap narkotika.

"Mengenai putusan Ridho, saya rakyat awam menilai putusan MA aneh bin ajaib. Nah, sekarang falsafah dan logika hukumnya dimana? Itu yang saya nggak ngerti," kata Rhoma Irama di Depok, Jawa Barat, Kamis (28/3).

Rhoma menjelaskan alasan mengapa dirinya menilai putusan MA aneh dan juga ajaib, seharusnya Ridho tidak lagi menerima hukuman penjara atas kesalahannya yang sudah melakukan penyalahgunaan narkotika.

"Kenapa? Pertama, berdasarkan surat edaran MA, pengguna (narkotika) dibawah 1 gram, itu harus di rehabilitasi. Begitu juga harus dijalankan oleh kepolisian dan kejaksaan, semuanya sama," jelasnya.

"Ridho kan pengguna 0, sekian lah. Nah, Ridho itu sudah di proses dari penjara selama 126 hari dan rehabilitasi. Malahan ini pelanggaran, harusnya langsung direhab bukan dipenjara dulu. Pas rehab, setelah dinyatakan selesai dan sembuh dari dokter, maka dibebaskan," imbuhnya.

Rhoma menegaskan kalau saat ini putranya sudah bebas dari ketergantungannya terhadap narkotika. Bahkan, Ridho sudah kembali berkarir di dunia musik.

"Ini pertanyaan besar, kok keputusan surat edaran dilanggar sendiri. Sementara Ridho sudah bebas dan dapat efek jera di penjara, dia sudah jera, tidak gunakan lagi, sudah sembuh. Tapi dia (Ridho) ditarik lagi ke penjara," ucapnya.

Rhoma menegaskan putusan MA akan membuat kondisi fisik dan karir Ridho kembali hancur jika putusan itu tidak dibatalkan.

"Mau diapain Ridho? Mau dihancurkan lagi? Padahal Ridho sudah sembuh dan sekarang mau dihancurkan lagi? Sementara negara merehab orang-orang pengguna, memenjarakan pengedar dan bandar. Saya nggak ngerti penegakan hukum kita ini," ujar Rhoma.

Seperti diketahui, Ridho Rhoma terseret kasus narkoba pada 25 Maret 2017. Ridho diamankan Polres Metro Jakarta Barat kedapatan menyimpan sabu seberat 0,7 gram.

Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan pidana atau memvonis terdakwa Ridho selama 10 bulan rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) pada 19 September 2017.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga