Raker DKS 2017-2022, Sidoarjo Butuh Gedung Budaya

Cak Nur (kemeja putih) didampingi Usman (batik hijau) bersama puluhan seniman dan budayawan DKS. (foto Wachid Yulianto/Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Melestarikan dan mengembangkan seni budaya dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, semisal Gedung Budaya. Gedung ini sebagai tempat berkumpul para seniman dan budayawan berkreasi dan memamerkan hasil karyanya.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin, akrab disapa Cak Nur ini, seusai membuka Rapat Kerja Dewan Kesenian Sidoarjo (Raker DKS) Periode 2017-2022, bertempat di Hall Edotel, SMKN I Buduran, Sidoarjo, Jumat (23/8/2019).

"Gedung Budaya itu, selain sebagai ajang kreasi dan pameran, juga menjadi laboratorium pusat kebudayaan dan seni tradisional Kabupaten Sidoarjo," kata dia.

Era sekarang ini, tambah Cak Nur, kearifan budaya lokal mulai punah. Banyak faktor yang menyebabkan minat masyarakat terhadap seni budaya lokal berkurang.

"Tentu, hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama, yakni pemerintah, DKS dan berbagai pihak lainnya," ujarnya.

Karenanya, sambung Cak Nur, DKS perlu membuat terobosan pada program kerja 2020 yang mampu menjawab tantangan, termasuk menyadarkan masyarakat soal pentingnya menjaga warisan budaya dan lebih mencintai seni. "Hidup tanpa jiwa seni, kurang humanis," ucapnya.

Hal senada dikemukakan Ketua (sementara) DPRD Sidoarjo, H. Usman yang juga hadir di Raker, agar DKS lebih kreatif dan inovatif mengangkat kegiatan seni dan budaya lokal.

"Selama ini, legislatif selalu mendukung apa yang dilakukan DKS, bisa dilihat dari pengajuan anggaran kegiatan tahunan DKS yang telah disetujui DPRD," kata mantan Ketua Komisi D ini.

Mengenai Gedung Budaya, Usman berpendapat, pihaknya sepakat bila Sidoarjo membangun gedung yang diperuntukkan pengembangan seni dan budaya itu.

"Gedung Budaya itu bisa dijadikan ikon budaya di Sidoarjo, bila perlu dimasukkan dalam RPJMD Bupati Sidoarjo terpilih nanti," harapnya.

Raker bertema "Membangun Insan Seni yang Kreatif, Inovatif dan Profesional" itu dihadiri puluhan seniman dan budayawan DKS.*

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga