Ramadhan Ini Masjid Al Aqsa Diserang Israel, Umat Islam Internasional Diminta Bersatu

Dunia Internasional Jangan Diam Lihat Serangan Brutal Israel
Dunia Internasional Jangan Diam Lihat Serangan Brutal Israel

AKURATNEWS - Masjid Al Aqsa, Palestina kembali memanas. Bahkan di bulan Ramadhan ini, polisi Israel menyerang masjid ini.

Sudah dua malam sejak Jumat (7/5), Masjid Al Aqsa diserang polisi Israel dan membuat lebih dari 200 orang Palestina terluka.

Polisi Israel menyerang jemaah yang sedang shalat tarawih di Masjid al-Qiblatain di dalam Al Aqsa dengan granat kejut dan peluru karet.

Bentrok pun tak terhindarkan dengan pemuda Palestina yang melempari tentara Israel dengan batu dan botol kaca.

Bentrokan juga terjadi antara pasukan keamanan Israel dan warga Palestina yang mencoba memasuki Masjid Al Aqsa melalui Bab Al-Silsila, salah satu gerbang menuju masjid.

Ketegangan di wilayah yang juga disebut Al Quds ini sebenarnya sudah terasa sejak awal Ramadhan 1142 H dan semakin memuncak  pada Jumat terakhir bulan suci ini.

Kekhusyuan kaum muslimin terusik. Bulan Ramadhan yang khidmat justru membuat zionis Israel bertindak semakin represif.

Alih-alih memberikan sikap toleransi apalagi empati saat bulan suci Ramadhan yang begitu berharga bagi umat Islam, zionis dalam jumlah besar malah menyerbu Masjid Al Aqsa.

Mereka melancarkan serangan-serangan dengan gas air mata, tembakan dan bom molotov dan tak segan menyakiti dan melukai warga serta menangkap pemuda Palestina.

Ketegangan ini dipicu adanya aksi pengusiran empat rumah warga di kawasan Syekh Jarrah yang telah mereka diami sejak sebelum 1948 untuk kepentingan pembangunan hunian bagi penduduk illegal zionis.

Ketegangan juga dipicu upaya pencegahan oleh otoritas penjajah untuk pelaksanaan pemilu Palestina di Al Quds.

Selain itu, kelompok garis keras Yahudi 'Haikal Sulaiman' yang berencana menyerbu  besar-besaran Masjid Al Aqsa pada 10 Mei atau bertepatan dengan 28 Ramadhan.

Hal ini dilakukan untuk memperingati 54 tahun jatuhnya Al Quds Timur dan Masjid Al Aqsa dalam penguasaan penjajahan zionis.  Rencana aksi mereka ini pun didukung otoritas Israel.

Polisi Israel siap siaga di Masjid Al Aqsa.

Badan Wakaf Palestina dan Al Quds yang bertanggung jawab atas Masjidil Aqsa berusaha mencegah aksi ini. Kaum muslim di Al Quds juga tak tinggal diam mereka berkomitmen untuk bertahan di Masjid Al Aqsa dan menjaganya dari penodaan serta segala bentuk penistaan.

“Semangat saudara-saudara kita di sana harus juga kita rasakan di sini, karena umat Islam adalah satu tubuh. Sakitnya saudara kita adalah sakit kita juga. Apa yang dipertahankan adalah hak yang diakui secara internasional dan harus diperjuangkan,“ tegas Ketua Adara Relief Internasional, Sri Vira Candra di Jakarta, Minggu (9/5).

Ia menambahkan, Adara Relief International mengajak semua pihak untuk terus memantau dan menyebarkan berita terkini tentang Al-Quds ke khalayak ramai agar penyerangan dan penodaan terhadap Al Quds segera dihentikan.

Kedua, mengimbau agar memanfaatkan momen Itikaf sebagai momen menggalang persatuan umat untuk mendoakan membela Al Quds. Ketiga, mengimbau pembelaan terhadap Al Quds dapat terus kita lakukan baik  secara pribadi maupun lembaga.

"Adara Relief International juga mengajak dermawan yang ingin menguatkan perjuangan pembelaan Al Quds melalui bantuan nyata berupa donasi untuk menguatkan pembelaan," imbuh Sri.

Dalam pertemuan khusus kabinet Minggu (9/5), Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu membela aksi polisi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengutuk keras tindakan Israel di Masjid Al Aqsa ini. Jokowi menegaskan bahwa hal seperti ini tak bisa diabaikan.

"Indonesia mengutuk aksi tersebut dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan atas pelanggaran berulang yang dilakukan oleh Israel," kata presiden dalam Twitter pribadinya, @jokowi, Senin, (10/5).

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga