Dinilai Tega Lukai Kaum Miskin Negeri

Ramai-ramai Respon Keras Muhadjir, Pak Menteri Diminta Carikan Jodoh Si Miskin

Jakarta, Akuratnews.com - Pernyataan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang menuai kontroversi saat menyebut, jumlah rumah tangga miskin di Indonesia bertambah lantaran sesama keluarga miskin besanan menuai respon keras dari berbagai pihak.

“Sesama keluarga miskin besanan, kemudian lahirlah keluarga miskin baru,” seloroh Muhadjir saat berbicara dalam webinar yang digelar Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Selasa (4/8).

Awalnya, mantan Mendikbud ini membeberkan data jika ada 76 juta rumah tangga miskin di Indonesia.

“Itu berarti masih sekitar 20 persen dari rumah tangga,” tuturnya.

Menurutnya, rata-rata rumah tangga miskin yang baru berasal dari rumah tangga miskin sebelumnya.

Menurut Muhadjir, perlu ada upaya pemotongan mata rantai keluarga miskin. Jika tidak dipotong, kemiskinan akan berimbas pada proses pertumbuhan anak yang akan di lahirkan. Salah satunya stunting (kekerdilan anak).

“Orang kalau sudah stunting maka kemampuan kecerdasannya sudah selesai, tidak bisa dinaikkan lagi,” tuturnya.

Berdasarkan data Bank Dunia, kata dia, 54 persen angkatan kerja Indonesia merupakan orang-orang yang pernah mengalami stunting. Pemerintah sendiri sudah menargetkan menurunkan angka stunting turun dari 27 persen ke 14 persen pada 2024 nanti.

Salah satu program yang dijalankan pemerintah saat ini adalah pembekalan bagi para calon pengantin. Pembekalan calon pengantin ini, kata Muhadjir, sifatnya berupa perencanaan membangun keluarga antara dua pasangan yang hendak menikah. Pernikahan tanpa perencanaan bukan tak mungkin akan menjadi salah satu rumah tangga baru yang miskin.

Muhadjir menyebut perencanaan juga tak hanya berkisar pada bagaimana cara menjalani pernikahan, tetapi juga berkaitan dengan perencanaan memiliki keturunan, ekonomi, hingga perencanaan masa depan anak.

“Itu kita harapkan rumah tangga baru akan siap untuk menyiapkan generasi Indonesia yang maju, yang unggul sesuai arahan dari Bapak Presiden,” tandasnya.

Sebelumnya, Muhadjir sempat mengusulkan ke Menag Fachrul Razi membuat fatwa agar orang kaya wajib menikahi yang miskin.

“Mbok disarankan sekarang dibikin Pak Menteri Agama ada fatwa; yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin,” ujar Muhadjir dalam sambutannya di acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional di JIExpo, Kamis (20/2) lalu.

Pernyataan Muhadjir soal keluarga miskin besanan ini direspon mantan Menko Maritim Rizal Ramli.

“Kok tega ngomong gini, bukan cari jalan utk kurangi warga miskin?” cuit akun @RamliRizal.

Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto juga bereaksi. Yandri menilai Muhadjir mesti menarik pernyataannya. Apalagi, pernyataan itu diucapkan di tengah perjuangan melawan virus Corona (Covid-19).

“Sejatinya Menko nggak boleh ngomong begitu. Terlalu menyakitkan hati bagi kaum miskin di Indonesia,” kata Yandri, Kamis (5/8).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut masalah kemiskinan bisa diatasi bila pemerintah serius. Melarang pernikahan sesama keluarga miskin bukan solusi.

“Terus orang miskin mau nikah sama siapa? Pak Menteri mau cariin jodohnya?” tegas Yandri.

Dan tak hanya dua tokoh di atas saja yang berkomentar keras. Netizen pun dua hari ini banyak berkomentar keras.

"Ngawur....sy dari keluarga miskin di kampung, istri juga dari keluarga miskin. Alhamdulillah, kami hidup lebih dari cukup," cuit akun FB Miftahurrahman Isbandi.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga