Rastra di Nias Tak Layak Konsumsi, Alpenas dan DPRD Tuntut Kansilog Minta Maaf

Gunungsitoli, Akuratnews.com - Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli. Senin (19/06), dengan Alpenas ( Aliansi Peduli Kepulauan Nias) Terkait Pendistribusian Beras Sejahtera (Rastra) di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, tidak layak Konsumsi.

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Herman Jaya Harefa, membuka RDP yang dihadiri Wakil Walikota Gunungsitoli, Kapolres Nias, Anggota DPRD Kota Gunungsitoli, Kepala Bagian Perekonomian beserta jajarannya, Para Camat, Kepala Desa dan Sekdes se-Kota Gunungsitoli dan Pihak Bulog (Kakansilog) Beserta Jajarannya.

Dihadapan Pimpinan Rapat Puluhan keterwakilan dari Aliansi Peduli Kepulauan Nias (Alpenas) menyampaikan Tuntutanya yang dibacakan oleh Jernih Lahagu.

Salah satu Tuntutan Alpenas kepada Kakansilog Gunungsitoli Kurnia Hasibuan adalah Meminta Maaf kepada masyarakat kepulauan Nias.

"Meminta maaf kepada masyarakat kepulauan Nias atas keteledorannya mendistribusikan rastra yang tidak layak di konsumsi serta Pernyataannya di media bahwa per tanggal 1 Juli 2017 Rastra di Kepulauan Nias di putus," Ungkap Jernih

Di Kesempatan itu juga beberapa kepala desa angkat bicara terkait rastra yang didistribusikan kepada masyarakat.

"Melalui pihak pengangkutan (supir) rastra tersebut dari bulog memaksakan kehendak agar menerima rastra tersebut, walaupun rastra itu jelas tidak layak dikonsumsi," terang salah seorang mewakili Kades.

Diperjelas lagi, ada salah satu desa di Kecamatan Gunungsitoli Selatan menuturkan bahwa, telah dua kali mengembalikan rastra tersebut kepada pihak bulog namun untuk yang terakhir diterima walaupun keadaan kurang layak.

Menanggapi Keluhan Oleh sejumlah pihak, Wakil ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Hadirat ST Gea dengan tegas mengatakan puhak Kansilog meminta maaf.

"Kepada Kansilog Gunungsitoli agar segera meminta maaf kepada masyarakat nias dan mencari solusi bagaimana rastra ini agar layak di konsumsi," tegas Hadirat.

Sementara itu Wakil Walikota Gunungsitoli, Sowaa Laoli mengatakan, "Dalam waktu dekat ini pihak Pemerintah Kota Gunungsitoli melakukan koordinasi ke pihak bulog Drive Medan maupun Pusat," Ujar Sowaa.

Kansilog Gunungsitoli Kurnia Hasibuan dalam tanggapannya sesuai aturan. "Bahwa bila ada pengaduan tentang rastra yang tidak layak segera di laporkan kepihak pokja dan dalam waktu 2X24 jam akan di ganti," Katanya.

Lebih lanjut Kapolres Nias menanggapi hal yang terjadi kepada masyarakat Nias, pihaknya akan menindaklanjuti.

"Bila ada pelaporan dari penerima manfaat kita akan tindak lanjuti sesuai aturan," ujar Kapolres.

Ditempat terpisah Usai RDP, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia, Fesianus Ndraha, Meminta Kansilog Gunungsitoli agar segera Menghentikan Pendistribusian Rastra Yang Tak Layak Konsumsi agar masyarakat Kepulauan Nias tidak mengalami suatu penyakit ganguan pencernaan.

"Sekaligus juga meminta pihak, Polres Nias, DPRD, dan dinas terkait serta Alpenas bersama-sama melakukan pengecekan serta pemeriksaan Rastra Digudang Bulog Gunungsitoli apakah layak di konsumsi atau tidak," Harap Ndraha Mengakhiri.

Hasil Pantauan Rapat Dengar Pendapat ( RDP) tersebut berlangsung Alot hingga beberapa jam. (Famo)

Penulis:

Baca Juga