Ratusan Kilometer Jalan di Sinjai Mulus, Pemkab Siapkan Pemeliharaan Rp535 Juta 

Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Sinjai, Andi Adnan Najamuddin. /Ashari/AKURATNEWS.

AKURATNEWS - Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan dibawah nahkoda Bupati Sinjai Andi Seto Asapa dan Wakil Bupati Sinjai Hj. Andi Kartini Ottong sukses menuntaskan pembangunan insfrastruktur jalan sepanjang 152 kilometer.

Terperinci 20 kilometer di tahun 2019, dan 132 kilometer di tahun 2020. Sementara di tahun 2021 Pemkab akan fokus menuntaskan 15 ruas jalan yang tersebar di enam kecamatan dengan panjang 20,80 kilometer.

Selain jalan, pasangan kepala daerah dengan tagline 'Sehati' ini, juga membangun sejumlah jembatan.

Kemajuan pembangunan menuju tiga tahun pemerintahan 'Sehati' di bidang ini, tentunya menjadi prestasi dan kebanggaan bagi masyarakat Sinjai, sebab akses transportasi yang mulus bakal mendongkrak roda perekonomian masyarakat sejahtera.

Tidak sampai disitu, guna menjaga kestabilan atas kerusakan jalan dan jembatan yang telah dibangun, Pemkab Sinjai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kemudian mengalokasikan anggaran pemeliharaan.

Tak tanggung-tanggung, di tahun 2021 ini, Pemkab Sinjai menyiapkan dana pemeliharaan sebesar Rp535 juta lebih.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sinjai melalui Plt Kepala Bidang Bina Marga, Andi Adnan Najamuddin menjelaskan, anggaran pemeliharaan tersebut terbagi menjadi dua, khusus jalan sebesar Rp350 juta, dan jembatan Rp185 juta.

Andi Adnan mengaku bahwa dari jumlah anggaran pemeliharaan jalan, sampai saat ini pihaknya telah menggelontorkan Rp236 juta untuk tiga ruas jalan.

"Ruas Jalan Manimpahoi, Manimpahoi-Bikeru 1, dan Mannanti-Lembanglohe 2 dengan panjang 3,3 kilometer. Untuk sementara, itu tiga ruas jalan yang telah dikerja," jelas, Sabtu (17/7/2021).

Andi Adnan juga mengaku, adanya pandemi, biaya pemeliharaan jalan ikut berdampak akibat kebijakan refocousing. Padahal, setiap tahunnya, biaya pemeliharaan jalan mencapai Rp600-800 juta.

Kendati demikian, dengan adanya pengurangan anggaran yang mencapai 50 persen, pemerintah tetap mengucurkan anggaran untuk pemeliharaan jalan, dan fokus pada pemeliharaan jalan di kota.

"Untuk sementara ada beberapa jalan di kota yang masih mengalami kerusakan. Karena itu, kami fokus di kota dulu, apalagi saat ini ada refocusing, sehingga tahun ini mengalami pengurangan," bebernya.

Penulis: Ashari

Baca Juga