Ratusan Korban KSP Indosurya Minta Bantuan Jaksa Agung

AKURATNEWS - Ratusan korban KSP Indosurya minta Kejaksaan Agung (Kejagung) segera menyelesaikan berkas perkara investasi bodong KSP Indosurya yang sudah dua kali dikembalikan lagi ke kepolisian.

Terkait hal ini, Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm, Sugi menilai maraknya oknum aparat penegak hukum membuat keadilan sulit didapat di Indonesia.

"Pidana penipuan massal yang dilakukan terhadap ribuan korban dan kerugian belasan triliun tak kunjung di P21 oleh Kejagung, Bagaimana masyarakat mau menilai penegakan hukum bersih," ujar Sugi di Jakarta, Senin (6/12).

"Sudah dua kali berkas itu bolak balik, SPDP kan ada waktunya. Jadi jelas bolak baliknya berkas perkara KSP Indosurya sangat merugikan pelapor dan para korban pidana penipuan dan perbankan yang diduga dilakukan Henry Surya ini. Jika tidak ada kepastian hukum, praktek mafia hukum sepertinya masih menguasai dan menyengsarakan masyarakat," imbuh Sugi

H, seorang korban Indosurya yang dirugikan puluhan miliar menyatakan, baru LQ Indonesia Lawfirm yang gencar mendorong kasus KSP Indosurya.

"Berkas perkara saya mandek di Kejagung. Begitu sulitnya mencari keadilan di Indonesia," ucapnya.

Daniel, korban KSP Indosurya lainnya juga menyatakan kekecewaannya,

"Kenapa Indonesia bisa kalah sama penjahat kerah putih? Kasus serupa di Amerika dengan kriminal penipuan ponzi scheme, Bernard Maddoff tanpa menunggu lama ditahan dan disidangkan. Ini tersangka Henry Surya malah plesiran di Bali dengan uang korban yang menderita kesulitan hidup.

Para korban pun meminta Jaksa Agung memeriksa anak buahnya agar jangan ada yang bermain dalam perkara.

"Mustahil perkara sepele yang sama kejadian dengan Asabri dan Jiwasraya justru mandek di pemenuhan berkas lengkap tanpa ada campur tangan oknum  pejabat Kejaksaan," kata Daniel.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga