Ratusan Warga Resah Akibat Bangunan Komersial Ini Berdiri Tanpa Izin di Depok

Lokasi Perumahan Jayana Residence yang berdiri tanpa ijin resmi dan tengah berproses hukum di PN Depok, Jabar

Depok, akuratnews.com- Ratusan warga yang terdiri dari 60 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Bedahan Sawangan Kota Depok merasa resah pasca mengetahui bangunan rumah tinggal yang sejak lama ditempati tak miliki izin.

Lebih dari itu, warga juga meminta pihak Pemerintah Kota Depok bisa memfasilitasi persoalan yang mendera ratusan warga penghuni perumahan setelah tahu pihak developer perumahan sedang berproses hukum terkait lahan tersebut.

Warga perumahan Grand Impressa Sawangan yang kini dipasarkan kembali dengan nama perumahan Jayana Recidence, Catur mengaku jika warga merasa resah lantaran kondisi tersebut.

"Disini para pemilik unit merasa bingung karena sebelumnya kami mendapatkan informasi bahwa bangunan rumah belum ada izin sama sekali dari Pemda Depok dan legalitas lahan masih dalam sengketa," kata Catur, Rabu (24/2).

Dia mengatakan, warga juga pertanyakan soal bagaimana bisa perijinan tempat tinggal yang selama ini dihuni akan dikeluarkan izin jika legalitas lahan masih dalam proses sengketa.

Kepala kantor Kelurahan Bedahan Kota Depok Hasan mengakui jika bangunan perumahan tersebut berdiri tanpa dilengkapi sejumlah perijinan resmi.

"Ya, dan sudah ada edaran teguran 1,2 dan 3 dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (DPMP2T) Pemkot Depok," ujar Hasan, Selasa (23/2).

Menurut Hasan, perumahan itu sebelumnya sudah ada ijin tapi, prosesnya tidak dilanjuti. Karena itu jadi kadaluarsa dan telah mendapat teguran dan perlu ditinjau ulang di areal lokasi tersebut.

Saat sekarang, masih kata Hasan, lahan perumahan tersebut statusnya sedang bersengketa dan sedang dalam proses banding di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat.

"Sedang proses di pengadilan. Saat ini pihak developer sedang upaya naik banding ke PN Bandung, Jabar. Otomatis kegiatan pengembang tersebut tidak aktif," kata Hasan kepada Akuratnews, sore kemarin.

Sekitar 70 lebih unit rumah tinggal yang dibangun tanpa izin oleh pihak developer dan kini telah dihuni puluhan kepala keluarga.

Warga yang menempati perumahan itu mulai resah dan berharap pihak Pemerintah Kota Depok bisa memfasilitasi persoalan tersebut pasca mengetahui status lahan dan rumah tinggal yang ditempati tanpa ada izin resmi dan sedang bermasalah hukum.

"Harapan kami Pemkot Depok bisa memfasilitasi warga dalam penyelesaian persoalan ini terlebih, sebagian besar warga sudah miliki KTP di Bedahan, Sawangan," kata Catur.

Lantaran itu juga, lanjut Catur, warga perumahan berharap Pemkot tidak melakukan pembongkaran atau penyegelan terhadap rumah yang sudah dihuni sekitar 60 kepala keluarga.

"Karena bagaimanapun warga yang sudah menghuni statusnya sebagai korban dari pihak developer PT Jaya Sampurna, serta berharap tidak ada lagi calon konsumen lain yang jadi korban dari pemasaran rumah tinggal kembali dengan nama perumahan Jayana Residence atau perumahan PGRI," kata salah seorang warga perumahan Grand Impressa Sawangan lainya di Bedahan Depok

Seperti diketahui, bangunan yang berdiri tanpa izin itu terdiri dari rumah tinggal, ruko dan kantor pemasaran. Bangunan itu juga telah berdiri sejak sekitar enam tahun lalu.

Penulis: Eko Ahdayanto
Editor:Redaksi

Baca Juga