Rawat Kenangan, Alumni Paskibra Bandung Gelar Poel-TherS

AKURATNEWS - Alumni Paskibra Kotamadya Bandung dari berbagai angkatan menggelar acara Ngoempoel Together Sadayana (Poel-TherS), Minggu (3/7).

Acara ini digelar untuk menjaga silaturahmi, temu kangen, menguatkan semangat kekeluargaan dan merawat kebersamaan terhadap kenangan selama mengikuti pendidikan di Paskibra Kotamadya Bandung yang berlangsung kurang lebih tiga tahun.

"Pendidikan di Paskibra Kotamadya Bandung dimulai saat siswa setingkat SMA atau SMK mendaftarkan diri di satuan atau sekolah masing-masih di seluruh wilayah Kota Bandung, lalu dia menjalani pembinaan mulai dari menjadi seorang Calon Paskibra (Capas) selama setahun, dikukuhkan menjadi anggota Paskibra setelah melalui serangkaian pola pendidikan seperti Diklatsar di satuan masing-masing. Setelah dikukuhkan, mereka aktif di sekolah dan mendapat penugasan sebagai pengibar bendera di lingkungan sekolah, wilayah, Kotamadya Bandung hingga di tingkat Jawa Barat," ujar Nur Alam Prawira Negara, alumni Paskibra Kotamadya Bandung (PKB) angkatan 1993.

Kemudian anggota Paskibra ini mengikuti pembinaan di berbagai bidang pelatihan seperti menjadi instruktur Paskibra tingkat SMP, keamanan, konsumsi, kesehatan, hingga menjadi purna Paskibra Kotamadya Bandung.

"Semua itu dijalani dalam irama disiplin yang ketat, pola pembinaan kakak asuh senior-junior yang begitu kokoh, serta membangun komunitas angkatan yang saling peduli dan selalu siap berbagi," imbuh Nur Alam.

Kegiatan Poel-TherS yang diinisiasi para senior PKB ini dihadiri pula para pendiri seperti Kang Dedi Dharmawan dan senior-denior legendaris bagi anggota PKB seperti Kang Jody Dasuki, Kang Dikman, Kang Rahman, Kang Seto dan sederet nama lainnya yang selalu aktif membina adik-adiknya di Paskibra Kotamadya Bandung selama ini.

Kegiatan pun meriah diisi dengan beragam aktifitas yang mengingatkan para peserta pada seremoni pendidikan khas PKB, seperti santiaji dari Kang Dedi Dharmawan, baris berbaris, permainan kelompok, unjuk kabisa, pembagian doorprize bahkan hingga pernak-pernik pendidikan juga dibagikan seperti tas yang berisi makanan khas tugas seorang anggota Paskibra.

Dalam acara ini juga ditampilkan repertoar 'Kitalah Paskibra, Kitalah Indonesia' yang dimainkan Cokro dan Hanifah dari PKB Angkatan 93 bersama Team Jangkar Jiwa dan seorang anak kecil bernama Gendis.

Reportoar ini berisi refleksi diri seorang alumni Paskibra yang tidak lupa pada jati diri ke-Indonesiaannya, menjadi pengabdi dan solusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara serta komitmen untuk menjaga jiwa Sang Saka Merah Putih sebagai simbol kedaulatan yang harus tetap dijaga demi keutuhan negara Republik Indonesia.

Kegiatan pun ditutup dengan sesi foto bersama dan doa serta janji untuk selalu mengikat tali silaturahmi serta menjaga semangat kebersamaan, kekeluargaan dan menjaga kebanggaan korps alumni Paskibra Kotamadya Bandung dimana pun berada.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga