Realisasi Program Unggulan Pemkab Sinjai Lampaui Target

Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), SH.,LLM saat mencanangkan Imseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Sinjai Tengah. /Ashari/AKURATNEWS
Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), SH.,LLM saat mencanangkan Imseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Sinjai Tengah. /Ashari/AKURATNEWS

AKURATNEWS - Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Sinjai memberi dampak positif bagi peternak.

Salah satunya dirasakan peternak di Kabupaten Sinjai yang jumlah klaim dibayar oleh perusahaan asuransi Jasindo mencapai Rp 2,1 miliar selama tahun 2020 lalu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, drh. Charidjah menjelaskan, program asuransi itu bertujuan untuk mengamankan indukan yang selama ini banyak dipotong. Apalagi, pemerintah sudah membuat peraturan pelarangan pemotongan betina produktif.

Olehnya itu, Dia juga mendorong peternak sapi agar mengasuransikan ternaknya. Bila perlu, peternak mendapat bantuan asuransi ternak secara gratis melalui program di sektor peternakan.

“Ada keuntungan bagi peternak yang mengikuti program ini. Bila terjadi sesuatu pada hewan ternak yang diusahakan, seperti mati akan menerima klaim uang pertanggungan sebesar Rp.10 juta per ekor, dan jika hewan ternak hilang kecurian klaim sebesar Rp.7 juta per ekor,” ujarnya.

Ajakan Pemkab ini disambut baik peternak, sehingga setiap tahun target selalu tercapai, bahkan melampaui. Diharapkan, target tahun ini bisa tercapai dengan baik juga mengingat populasi ternak sapi di Sinjai mencapai lebih dari 120 ribu ekor.

Berdasarkan data, jumlah ternak sapi yang terdaftar AUTS pada tahun 2020 sebanyak 9.303 ekor. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2019 sebanyak 9.071 ekor. Hal itu terjadi karena adanya intervensi dari Pemkab Sinjai dengan mengalokasikan dana pembayaran premi asuransi bagi peternak.

Lebih lanjut Charidjah menguraikan bahwa jumlah klaim asuransi yang terbayarkan selama tahun 2020 lalu mencapai Rp.2,1 miliar untuk 224 ekor sapi yang mengalami kematian maupun kecurian. Jumlah klaim ini lebih besar dibanding tahun 2019 lalu yang mencapai Rp.1,3 miliar.

Adapun jumlah klaim asuransi sapi yang mati sebesar Rp.1,9 miliar untuk 197 ekor sapi yang mati. Kemudian klaim asuransi potong paksa senilai Rp.103,2 juta untuk 16 ekor sapi, dan klaim asuransi sapi yang mengalami kecurian Rp.77 juta untuk 11 ekor sapi.

Sementara untuk tahun 2021 ini dari bulan Januari hingga pertengahan April klaim asuransi yang terbayarkan sebesar Rp.489 juta. Klaim ini terdiri dari 44 ekor sapi yang mati, 7 ekor sapi dari klaim asuransi potong paksa, dan klaim dari 2 ekor sapi yang mengalami kecurian.

"Alhamdulillah klaim asuransi ini semuanya sudah terbayarkan kepada peternak, dan dana ini digunakan kembali oleh peternak untuk memelihara sapi," jelasnya.

Terkait hal itu, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) menuturkan bahwa Pemkab hanya menganggarkan Rp.360 juta untuk membayar premi, namun manfaat yang dirasakan luar biasa.

Selain mendapatkan klaim asuransi yang mencapai Rp2,1 miliar kata ASA, para peternak merasa aman, nyaman, dan tenang karena sapinya sudah masuk dalam program asuransi.

"Kita punya harapan melalui upaya ini bisa menggairahkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Apalagi, usaha peternakan sapi bisa bertahan dalam kondisi apapun, termasuk di masa pandemi seperti ini," harapnya.

Penulis: Ashari

Baca Juga