Bawa Pisau Dapur

Relawan Prabowo Sandi Dituntut 1 Tahun 8 Bulan

Pihak Keluarga bersama dengan Kuasa hukum terdakwa Mifta Chatul Cholif SH Sip atau Meta Chamela dari kantor Tidarlaw Firms & Partners, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Jakarta, Akuratnews.com - Setelah melalui berbagai rangkaian persidangan, akhirnya Baharudin Madilis yang merupakan salah satu anggota Relawan Aksi Mendukung Prabowo Sandi (RAMPAS) dituntut 1 tahun 8 bulan dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (20/8/19).

Baharudin diamankan polisi pada 01 Mei 2019 lalu, saat bertugas melakukan pengecekan dan pengontrolan anggota Satgas Relawan RAMPAS di Gedung Senam Jl. Raden Inten Kec. Duren Sawit Jakarta Timur. Dia didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Kuasa hukum terdakwa Mifta Chatul Cholif SH Sip atau Meta Chamela dari kantor Tidarlaw Firms & Partners menganggap bahwa tuntutan tersebut tidak masuk akal, karena terdakwa hanya membawa pisau dapur.

"Sajam yang dipegang tersebut pisau daput yang digunakan untuk potong buah pada satu hari sebelumnya," ungkap Meta usai persidangan.

Sementara menurutnya, senjata dapur tersebut tidak termasuk dalam kategori undang-undang seperti parang, celurit, pedang.

"Tukang sayur juga pegang pisau dapur, hanya emang ini karena dia pendukung 02," katanya.

Terkait UU darurat, Meta menganggap bahwa hal tersebut sudah tidak pantas diberlakukan di Negara yang telah merdeka seperti Indonesia.

"Sementara di luar negeri UU ini tidak berlaku," paparnya.

Untuk itu, apa yang terjadi saat ini telah merugikan terdakwa, karena kehilangan kebebasan. "Merugikan psikis, waktu kebebasan sudah kemakan sama hal ini," tutupnya.

Penulis: Hengki. L
Editor:Redaksi

Baca Juga