Sebut Kasus Markis Kido Serupa Eriksen

Rentan Serangan Jantung, dr Tirta Minta Atlet Rutin Check Up

AKURATNEWS - Mantan pebulutangkis nasional, Markis Kido meninggal dunia akibat serangan jantung saat bermain bulutangkis di Tangerang, Senin (14/6) malam.

Selain ikut berduka cita yang mendalam, dokter yang juga relawan Covid-19, dr Tirta membeberkan secara singkat penyebab mengenai markis kido: henti jantung, cardiac arrest. Kejadian pasa Markis Kido tuttup usia.

"Mirip dengan kejadian yang menimpa Eriksen (pemain Timnas Denmark)," ujar dr Tirta di akun Instagramnya @dr.tirta, Selasa (15/6).

Ia pun memberikan solusi agar terhindar dari kemungkinan serangan jantung saat berolahraga.

"Perlunya pelatihan RJP (resusitasi jantung paru) untuk orang awam sejak dini di sekolah-sekolah. Sehingga jika ada sekitar kita terkena serang jantung, golden period 10 menit bisa dimanfaatkan untuk RJP yang benar," ujar dr Tirta.

Lanjutnya, ia pun meminta kesadaran publik untuk mulai check up jantung, minimal memeriksa EKG.

"Bisa ke puskesmas atau ke dokter spesialis jantung dan paru-paru," ujar dr Tirta.

Kemudian, khusus untuk atlet, ia meminta check up rutin untuk memonitor kesehatan jantung.

"Pada atlet, dinding jantung menebal sebagai kompensasi latihan mereka. Dinding menebal ini agar bisa memompa darah ketika aktivitas berat. Makanya atlet rentan terkena serangan jantung karena konsukensi aktivitasnya. Sehingga wajib monitor kesehatan jantung secara rutin. Lebih lanjutnya silakan konsul ke dokter spesialis jantung pembuluh," bebernya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga