Rentetan Sidang Etik Digelar, Bagaimana Proses Pidana Ferdy Sambo?

AKURATNEWS - Rentetan sidang etik terkait keterlibatan sejumlah polisi di kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo sudah dilakukan Polri. Lalu bagaimana kelanjutan penanganan perkara pidana pembunuhan ini sendiri?

Irjen Ferdy Sambo sendiri resmi diberhentikan tidak dengan hormat dari kepolisian usai sidang banding kode etik profesinya ditolak Polri. Publik pun tengah menunggu proses pidana mantan Kadiv Propam Polri itu.

Ferdy sudah resmi dipecat dari Polri pada Senin (19/9) lalu. Majelis sidang banding etik menolak permohonan banding pemecatannya. Putusan banding ini ini sendiri bersifat final dan mengikat. Ia tidak lagi bisa melakukan perlawanan atas pemecatannya.

Polri sudah menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J bersama istrinya, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka RR dan Kuat Ma'ruf. Berkas perkara empat tersangka, yakni Ferdy, Kuat, Bharada E dan Bripka RR telah diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Berkas Putri Candrwathi juga telah diserahkan ke Kejagung.

"Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung telah menerima pelimpahan Berkas Perkara (Tahap I) dari Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri atas nama 4 orang tersangka, tersangka FS, tersangka RE, tersangka RR, tersangka KM," ujar Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana, Jumat (19/8/2022) lalu.

Di 29 Agustus, Kejagung mengembalikan berkas perkara Ferdy Sambo cs ke Polri untuk dilengkapi atau P-19. Penyidik kala itu diminta untuk memperjelas tentang kesesuaian alat bukti. Penyidik punya waktu 14 hari melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa.

Di 14 September 2022, Polri pun kembali menyerahkan berkas perkara Ferdy Sambo cs. Berkas itu diserahkan lagi ke jaksa usai tuntas diperbaiki Polri.

"Pada Rabu jam 11.30 WIB, kami telah menerima berkas perkara atas nama tersangka Sambo dkk untuk dilakukan penelitian kembali terkait petunjuk yang telah kami sampaikan sebelumnya yang sebelumnya telah ditindaklanjuti dengan koordinasi," kata Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda Jampidum Kejagung, Agnes Triani, Kamis (15/9/2022).

Kejagung saat ini masih meneliti berkas hasil perbaikan itu. Jaksa berharap tak berkas sudah lengkap agar para tersangka bisa segera disidangkan.

"Sekarang dalam proses penelitian berkas perkara karena baru kita terima," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana, Jumat (16/9/2022).

"Penyidik dan penuntut umum telah melakukan koordinasi secara efektif dan intensif, mudah-mudahan tidak ada pengembalian berkas lagi. Kalau nanti itu diterima itu adalah kewenangan penuntut umum kembali," sambungnya.

Jika berkas perkara Ferdy Sambo dinyatakan sudah lengkap atau P-21, maka jaksa akan membuat rencana surat dakwaan. Jaksa juga akan memberitahukan kepada penyidik untuk segera menyerahkan tersangka dan barang bukti. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Jaksa Agung No Per-036/A/JA/2011 tentang SOP Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum.

Penyidik memiliki waktu 30 hari untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti sejak berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa. Jika, tersangka dan barang bukti belum diserahkan dalam jangka waktu itu, maka jaksa harus membuat pemberitahuan susulan. Namun, jika tersangka dan barang bukti sudah diserahkan, jaksa akan menentukan perlu atau tidaknya dilakukan penahanan.

Selanjutnya, jaksa yang ditunjuk akan membuat surat dakwaan berdasarkan rencana surat dakwaan. Jika dipandang perlu, jaksa bisa melakukan gelar perkara terlebih dahulu sebelum melimpahkan surat dakwaan ke pengadilan. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 30 Peraturan Jaksa Agung.

Surat dakwaan kemudian dilimpahkan ke pengadilan negeri untuk segera diadili. Berikutnya, ketua pengadilan negeri akan menunjuk hakim untuk menyidangkan perkara itu. Hakim kemudian menetapkan hari sidang.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga