Residivis Penipuan, Venansius Niek Widodo Divonis Bebas

Venansius Niek Widodo
Venansius Niek Widodo

AKURATNEWS - Sidang putusan terhadap residivis kasus penipuan, Venansius Niek Widodo, menjadi kabar bahagia bagi terdakwa. Pasalnya, dalam persidangan yang digelar pada malam hari, sekitar pukul 19.00 tersebut, terdakwa Venansius divonis bebas oleh Majelis hakim yang diketuai Ni Made Purnami.

Dalam vonisnya, hakim Ni Made menilai bahwa perbuatan yang dilakukan Terdakwa bukanlah tindak pidana sehingga harus dibebaskan dari segala tuntutan hukum yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulfikar, dan tidak perlu mempertanggungjawabkan tindakannya.

“ Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan penuntut umum. Menyatakan terdakwa terbukti akan tetapi perbuatan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh terdakwa. Serta memulihkan keadaan terdakwa seperti semula. Serta membebankan biaya perkara sebesar Rp 2 ribu kepada negara," kata wakil Tuhan asal Bali tersebut.

Dengan putusan tersebut, membuat JPU Sulfikar kecewa. Karena korban yang dirugikan oleh terdakwa sangat banyak, dan tidak sesuai dengan vonis hakim, Sulfikar berencana akan mengambil jalur hukum kasasi.

Sebab, kasus tersebut menurutnya sudah merugikan banyak orang. “Kerugian korbannya itu sangat besar,” tegas Sulfikar.

Dalam tuntutan JPU, Venansius diancam hukuman empat tahun penjara. Ia dikenakan pasal 378 KUHP Jo. pasal 64 ayat (1) KUHP. “Korbannya itu banyak mas. Kerugian korbannya itu mencapai puluhan miliar,” tambahnya.

Namun, menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tanjung Perak Hamonangan Parsaulian Sidauruk dirinya menghormati keputusan hakim. Ia berpendapat masih ada waktu tujuh hari kedepan untuk menyatakan sikap untuk mengambil upaya hukum apa yang akan diambilnya.

“ Sebenarnya saya belum baca hasil putusannya. Kami belum dapat salinan putusannya dari pengadilan. Kita nunggu salinannya dulu, setelah itu mendiskusikan kepada pimpinan jalur hukum apa yang kita akan gunakan nanti. Kemarin sengaja kita langsung minta kasasi. Agar jaksanya tidak lupa,” jawabnya saat dikonfirmasi, Kamis (11/11/2021).

Kasie Pidum menerangkan, Venansius bukan mendapat putusan bebas (vrijspraak) tapi lepas (onslag). Keduanya sekilas memang terlihat sama. Yaitu tidak memidana terdakwa. “Penjelasan perbedaannya itu diatur dalam pasal 191 ayat 1 dan 2 KUHP,” bebernya.

Perlu diketahui, Terdakwa Venansius bukan sekali itu saja terjerat pidana dengan kasus yang sama. Ia adalah residivis kasus penipuan tambang nikel di Sulawesi Tenggara. Setidaknya, di Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) PN Surabaya, ada enam kasus atas nama Venansius Niek Widodo.

Empat diantaranya adalah kasus pidana. Sisanya kasus perdata. Semuanya ada sangkut paut dengan tambang nikel. Kasus pidana yang masih dalam proses persidangan ada dua. Masing-masing JPU-nya R Harwiadi dan Darwis dari Kejari Surabaya.

Sementara, satu pidana penipuan dengan terdakwa Venansius sudah divonis pada 2019 lalu. Saat itu, dirinya diputus lima bulan penjara. JPU dalam kasus tersebut Deddy Arisandi, R Harwiadi dan Darwis.

Penulis:

Baca Juga