Resmi.. Noor Achmad Jabat Ketua BAZNAS 2020-2025

Jakarta, Akuratnews.com - Usai dilantik Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, anggota Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sepakat memilih Prof. Dr. H. Noor Achmad, M.A. sebagai Ketua BAZNAS periode 2020-2025 menggantikan Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA. CA yang telah purna tugas sejak Rabu (30/12).

Noor yang juga menjabat Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat menjadi Ketua BAZNAS lewat proses musyawarah mufakat 11 anggota BAZNAS terpilih periode 2020-2025.

"Kami yakin bahwa beliau-beliau ini mempunyai jiwa pengabdian yang besar. Tanpa pengabdian yang ikhlas, BAZNAS tidak akan berjalan dengan baik. Dengan semua pengabdian itu, kami akan meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh periode yang lalu," kata Noor dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan di Kantor BAZNAS, Jakarta.

Ia meyakini, telah banyak keberhasilan yang dicapai BAZNAS pada periode kepemimpinan Bambang Sudibyo sehingga diperlukan komunikasi untuk menjaga kesuksesan ini.

Pria kelahiran Kudus, 10 Februari 1957 itu dibesarkan di lingkungan santri. Masa kecilnya dihabiskan dengan mempelajari ilmu agama, mulai dari sekolah berbasis Islam hingga aktif mengaji.

Ia mengawali karirnya sebagai pegawai negeri di instansi pemerintahan. Namun karena kecintaannya pada dunia pendidikan membuatnya berpindah haluan pada tahun 2001, sebagai penggiat pendidikan di Universitas Wahid Hasyim.

Lulusan S-3 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kalijaga, Yogyakarta ini pun menjadi rektor di Universitas Wahid Hasyim selama hampir empat periode, hingga kemudian terjun ke dunia politik sebagai wakil rakyat di DPRD Jawa Tengah.

Pada 2014, Noor melanjutkan kiprahnya sebagai wakil rakyat di DPR RI, dan sempat menjabat Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang membidangi bidang Agama dan Sosial.

Selama lima tahun mendatang, Noor Achmad akan menahkodai BAZNAS untuk mendorong kebangkitan zakat sesuai dengan UU 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Di hari yang sama, Bambang Sudibyo melakukan serah terima jabatan kepada Anggota BAZNAS periode 2020-2025.

Bersama 10 Anggota BAZNAS lainnya, Bambang berhasil melaksanakan dua peran BAZNAS dengan baik, yakni sebagai koordinator pengelolaan zakat nasional serta sekaligus sebagai operator zakat sesuai amanat Undang-undang no.23 tahun 2011.

Dalam perannya sebagai Koordinator zakat nasional, BAZNAS berhasil mendorong penguatan kelembagaan BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) skala nasional dan daerah. Bambang juga terbukti mampu menjadi nakhoda gerakan zakat dunia dengan menjabat sebagai Sekretaris Jendral World Zakat Forum (WZF) pada 2017-2020. Terhitung pada 2020 ini, keanggotaan World Zakat Forum sudah berjumlah 40 negara dari 5 benua.

"Alhamdulillah organisasi pengelola zakat dunia telah menjadikan BAZNAS sebagai contoh dalam pengumpulan maupun penyaluran zakat. Bahkan negara timur tengah seperti Uni Emirat Arab yang telah lebih dulu mengelola zakat juga berguru pada BAZNAS," kata Bambang.

Sebagai operator zakat, Bambang telah membawa BAZNAS berkembang menjadi organisasi pengelola zakat yang makin profesional dengan program-program inovatif dan berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui kenaikan jumlah penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Setiap tahun, ZIS BAZNAS RI tumbuh dengan rata-rata 33,7 persen sejak 2015 hingga tahun 2019. Sepanjang 2020 di tengah kondisi pandemi Covid-19, BAZNAS RI tetap meraih kenaikan signifikan dan dapat melampaui target Rp380 miliar. Pengumpulan zakat nasional yang dibukukan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten/kota serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) di berbagai level di bawah koordinasi BAZNAS juga terus meningkat.

"Selama ini alhamdulillah, target pengumpulan selalu bisa dicapai bahkan ketika kita menghadapi kesulitan tahun 2020 karena pandemi korona. Ketika pertumbuhan ekonomi negatif pun, BAZNAS Pusat pengumpulannya dapat tumbuh di atas 30 persen. Untuk itu kita patut mensyukurinya dan mempertahankan kinerja dengan baik," kata Bambang.

Dalam lima tahun terakhir kepemimpinan Bambang Sudibyo, BAZNAS berinovasi dengan mendirikan lembaga-lembaga program yang menguatkan peran BAZNAS dalam penanggulangan kemiskinan. Sebanyak 11 lembaga program BAZNAS di bidang sosial kemanusiaan, pendidikan hingga ekonomi telah memberikan manfaat bagi 1,4 juta jiwa mustahik di berbagai kawasan Indonesia dan luar negeri.

Dalam bidang kelembagaan, BAZNAS semakin menguatkan semangat transparansi dan profesionalitasnya melalui Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keuangan tiap tahun. BAZNAS juga meraih standar manajemen mutu melalui ISO 9001:2015, dan untuk pertama kalinya memperoleh Sertifikat sistem manajemen anti suap ISO 37001 serta Sertifikat audit sistem manajemen keamanan informasi ISO 27001:2013.

Tak hanya itu, BAZNAS juga sukses meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional seperti Global Islamic Finance Award (GIFA) tiga tahun berturut-turut, serta pengakuan atas inovasi-inovasi yang dilakukan, salah satunya dengan 3 penghargaan Top Digital Award 2020.

"Ini perlu kita pertahankan. Visi BAZNAS itu adalah menjadi pengelola zakat terbaik di negeri ini. Ini ambisius, tapi alhamdulillah terbukti mampu kita realisasikan dengan bukti berbagai award internasional yang rutin didapat sejak 2017," ujar Bambang.

Sejak 2015, BAZNAS dipimpin oleh 11 anggota yang terdiri dari tiga orang dari unsur pemerintah dan delapan orang dari unsur masyarakat dengan sistem kepemimpinan kolektif kolegial.

Untuk diketahui, anggota BAZNAS periode 2020-2025 terdiri atas Ketua, Noor Achmad; Wakil Ketua, Mokhammad Makhdum; Muhammad Nadratuzzaman Hosen; Zainulbahar Noor; Saidah Sakwan; Rizaludin Kurniawan; Nur Chamdani; Achmad Sudrajat, Kamaruddin Amin; Suminto dan Muhamad Hudori.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga