Revisi PP 109/2012 Belum Selesai

Kepentingan Anak Jangan Dibenturkan Dengan Kepentingan Bisnis, Apalagi Dengan Rokok

Ilustrasi Penentuan revisi PP 109/2012

AKURATNEWS - Sejak Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr Terawan menjabat, PP 109 telah diajukan banyak pihak untuk dilakukan revisi. Revisi ini dinilai dilakukan dalam rangka melindungi generasi penerus bangsa ini akan bahaya rokok. Baik dari sisi iklan dan lain sebagainya.

Namun, hingga Menteri Kesehatan diganti, pertanyaan mendasar revisi PP 109 masih dipertanyakan. Menyikapi akan langkah pemerintah yang saakan malu-malu bahkan terkesan tidak memperdulikan, dinilai banyak pihak menjadi momok buruk pemerintah, seperti yang diungkapkan oleh Ketua Yayasan Gagas Ashar Zaini.

Pria yang akrab dipanggil Aan ini mengungkapkan, tak kunjung dilakukannya revisi PP 109 menunjukkan ketidaktegasan pemerintah dalam mengambil posisi menyelamatkan masa depan bangsa.

"Tidak seharusnya pemerintah membenturkan kepentingan menyelamatkan generasi muda dengan kepentingan lain, apalagi kepentingan pemilik modal," ungkapnya saat dihubungi, Kamis 7 Mei 2021.

Sebagai penggiat sosial dalam rangka penyelamatan anak bangsa yang posisinya berada di wilayah Lombok, Aan mengungkapkan, bagaimana tanaman tembakau mulai marak dan berkembang di Lombok pada akhir dekade 1980-an.

"Sebelumnya, memasuki musim kemarau dimana tanaman tembakau tumbuh subur biasanya petani di Lombok menanam cabai, jagung, ketela dan beberapa komoditas lainnya. Namun seiring dengan gencarnya perusahaan rokok membeli produk tembakau dengan tawaran harga yang menggiurkan, petani mulai beralih dan menjadikan tembakau sebagai komoditas andalan mereka," papar Aan.

Lebih jauh dia mengungkapkan, dalam perjalanannya, perusahaan rokok telah berhasil memunculkan ketergantungan petani pada komoditas tembakau melalui berbagai skema kemitraan yang ujung-ujungnya membuat petani tak punya pilihan lain selain menanam tembakau.

"Meskipun mereka menyadari bahwa semakin kemari, para petani semakin miskin karena posisi tawar yang rendah dihadapan industri rokok," ungkapnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga