Revitalisasi TIM Tanpa Dialog, Pemprov DKI Disebut Sombong dan Tak Berbudaya

Jakarta, Akuratnews.com  - Sejumlah seniman dan budayawan menunjukkan kemarahan di reruntuhan gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, (TIM) yang dihancurkan dengan alat berat beberapa hari ini untuk apa yang disebut 'Revitalisasi TIM”

“TIM dihancurkan atas nama kekuasaan. Mentang-mentang punya kekuasaan menginjak-injak kesenian, membunuh kebudayaan. Ini buktinya," teriak Radhar Panca Dahana, budayawan dan sastrawan di atas
reruntuhan bangunan, Jumat (14/2).

“Tidak ada kata, tidak ada dialog, tidak mendengar kata orang. Hanya mendengarkan kata sendiri, berimajinasi sendiri," kata Radhar dengan ekspresi marah.

“Tanah ini bukan bukan tanah pemerintah! Bangunan ini bukan dari uang pemerintah. Ini uang negara, uang rakyat yang digunakan untuk membunuh kebudayaan," tambah Radhar.

Seniman Bengkel Teater ini menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak memperdulikan aspirasi para seniman.

“Dua tahun proses ini, mau kemana ratusan seniman yang hidup di sini, berekspresi di sini?” tanyanya.

“Saya menentang pembangunan ini,  tanpa didahului dialog yang konstruktif. Secara historis, secara kultural kita berhak di sini. Kita menentang kesombongan pemerintah, “ teriak Radhar.

"Kami kecil tidak berdaya, tapi jangan Anda kira kami tak punya upaya,“ teriaknya lagi di antara pekerja proyek dan awak media.

Ditambahkan, kebudayaan itu memelihara pikiran, mengembangkan mental, memperdalam batin.

“Dan semua itu sekarang sedang dibunuh oleh
pemerintah DKI. Mereka tidak perduli dengan kesenian dan kebudayaan. Karena mereka tidak berbudaya. Mereka haus pada kekuasaan
dan fasilitas,“ tudingnya.

Proyek revitalisasi TIM diperkirakan selesai pada 2021, memakan biaya hingga Rp1,8 triliun, digarap PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Gubernur Anies Baswedan sendiri sudah melakukan groundbreaking proyek ini pada awal Juli lalu.

Pada tahap pertama akan dilakukan pekerjaan struktur untuk hotel, perpustakaan HB Jassin, pusat kuliner dan seni, hingga area publik. Sementara pada tahap kedua, akan dibangun asrama seni budaya dan sejumlah renovasi pada gedung planetarium. Proyek revitalisasi tahap I ditargetkan rampung tahun depan.

Setelah orasi, acara dilanjutkan dengan demo di Jl. Cikini Raya sembari membagi bunga hitam dan berbagai poster penolakan pembangunan TIM.

Sejumlah seniman seperti Syahnagra, perupa Aisul Yanto, Rayni Massardi, aktifis Budi Djarot dan Irma Hutabarat, ikut dalam unjuk rasa itu.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga