Mudik Lebaran 2022

Ridwan Kamil Mengimbau kepada Pemudik untuk Tidak Beristirahat di Bahu Jalan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau arus balik Lebaran di kawasan Limbangan, Kabupaten Garut, Jumat, 6 Mei 2022.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau arus balik Lebaran di kawasan Limbangan, Kabupaten Garut, Jumat, 6 Mei 2022.

AKURATNEWS - Puncak arus balik Lebaran 2022 di Provinsi Jabar diprediksi bakal terjadi pada Sabtu, 7 Mei 2022 besok.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau arus balik Lebaran di kawasan Limbangan, Kabupaten Garut, Jumat, 6 Mei 2022.

Untuk mengantisipasi puncak arus balik Lebaran 2022 yang diprediksi terjadi besok, Ridwan Kamil mengimbau kepada pemudik yang lelah untuk segera beristirahat di pos terpadu, agar tidak menyebabkan kemacetan.

Diketahui, salah satu penyebab kemacetan adalah banyaknya pemudik yang memaksakan diri beristirahat di rest area, meskipun sudah penuh hingga parkir di bahu jalan.

"Saya imbau pada pemudik balik kalau lelah istirahat, tapi jangan di bahu jalan karena salah satu yang bikin macet itu di rest area yang mengular dan memaksakan diri istirahatnya di bahu jalan," kata Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.

Sementara berdasarkan laporan petugas Pos Terpadu Limbangan, Kang Emil mengungkapkan terjadi peningkatan arus kendaraan sebesar 14 persen pada hari ini atau H+4 Lebaran.

"Terjadi peningkatan kendaraan sekitar 14 persen," kata Kang Emil.

Kang Emil mengatakan, hari ini merupakan awal puncak arus balik. Bila melihat grafik, jumlah kendaraan hari ini hampir sama saat puncak arus mudik pada 29-30 April lalu.

Oleh karenanya, Kang Emil memprediksi bahwa puncak arus balik di semua jalur di Jabar terjadi besok.

"Kalau lihat grafiknya di hari ini, sudah hampir sama dengan puncak arus mudik tanggal 29-30 April 2022 lalu, tinggi sekali, hari ini juga hampir sama. Kami memperkirakan puncaknya hari ini dan besok," katanya.

Menurutnya, rata-rata pemudik yang balik mengarah ke Jabodetabek, khususnya Jakarta.

Bahkan, kata Kang Emil, pemudik yang balik melintasi dari arah timur Jabar menuju Jakarta persentasenya mencapai 50 persen.

Kemudian, 20 persen dari Bandung Raya dan 20 persen lagi dari arah Merak, Banten menuju Jakarta.

"Jadi rata-rata masuk Jakarta, persentasenya tetap paling banyak dari arah timur sekitar 70 persen," sebutnya.

Adapun untuk jalur selatan Jabar, kemacetan masih terjadi di wilayah Gentong, Malangbong, Kabupaten Tasikmalaya dan Kadungora di Kabupaten Garut.

Di luar jalur tersebut, situasi arus lalu lintas menurutnya relatif masih terkendali.

Dia pun mengapresiasi langkah Polres Garut dan Polres Tasikmalaya yang efektif mengurai kemacetan, yakni mengalihkan arus yang melewati Gentong dari arah Tasikmalaya ke jalur Singaparna.

"Memang tidak bisa dihindari karena meningkatnya jumlah kendaraan terjadi kemacetan, khususnya di Gentong" katanya.

"Tapi, di luar itu, relatif aman terkendali. Kalau di Garut, kata Pak Kapolres Garut, paling di titik pelintasan kereta api Kadungora," pungkasnya.***

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Ahyar

Baca Juga