Risma Mulai Turun Tangani Bencana, Ini Tanggapan Pegiat Sosial

Jakarta, Akuratnews.com - Usai riuh rendah tanggapan akan aksi blusukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memantau PMKS di ibukota, kini Risma mulai turun menangani bencana yang terjadi berdekatan.

Risma mulai turun memantau penanganan korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air hingga bencana longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat.

Hal ini menerbitkan respon kalangan pegiat sosial. Menurut mereka, tak hanya menunjukkan tanggung jawab yang besar dalam tugasnya dengan segera terjun ke dua lokasi, di lokasi pun Risma menunjukkan sifat welas asih yang sulit ditutupi.

Aktivis sosial dari Lembaga Swadaya Masyarakat Berhuma, Khoirul Anam melihat upaya yang dilakukan Risma saat turun ke lokasi bencana ini.

“Di lokasi, Bu Risma tak hanya cekatan dan trengginas, melainkan pula penuh welas asih,” kata Khoirul di Jakarta, Rabu (13/1).

Aktivis sosial itu mengingatkan, saat sampai di Sumedang, beberapa jam sebelumnya Risma pun menenangkan dan menyatakan simpati kepada keluarga korban di posko utama Bandara Soekarno-Hatta. Risma pun memastikan keberadaan petugas pemberi layanan psikologis untuk keluarga korban.

“Sebagai seorang perempuan, seorang ibu, Risma terpikir untuk memberikan pelayanan seperti itu,” kata Khoirul.

Sementara saat di Sumedang, Risma, ujarnya, tak canggung wara-wiri di jalanan becek akibat longsoran, memimpin langsung proses penanggulangan, termasuk memberikan bantuan untuk para korban, mendirikan tenda darurat dan dapur umum.

“Itu membuat para korban longsor dipastikan tak akan kesulitan makanan dan kebutuhan dasar lainnya,” kata Khoirul.

Ia juga menunjuk beberapa berita di media massa, tentang sisi-sisi kemanusiaan yang terjadi, termasuk menyoal jas hujan dan sepatu boots Risma yang keduanya kebetulan berwarna pink.

Di Sumedang, Risma langsung mengunjungi para keluarga korban longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat.

Risma menerobos rintik hujan dan mendatangi rumah-rumah korban longsor Minggu (10/1) malam. Ia juga berusaha menenangkan keluarga korban longsoran itu, sambil kemudian memberikan bantuan tunai masing-masing Rp15 juta.

Risma juga menenangkan seorang ibu yang kehilangan suaminya akibat longsor tersebut.

“Ibu harus kuat. Ibu lihat saya. Kita harus percaya takdir. Suami Ibu Insha Allah, mati syahid," kata Risma saat itu sambil mendekap ibu tersebut.

Selain bantuan dana tunai, Risma juga memberi bantuan lain untuk para korban.

"Saya berharap kita bisa segera melakukan evakuasi, terutama bagi warga yang kondisinya rentan untuk terkena bencana susulan. Saya tadi melihat masih ada retakan-retakan di tebing," kata Risma.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga